Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»6 Ciri Penyakit Jantung Pria yang Sering Diabaikan, Apa Saja?
    Inspiring You

    6 Ciri Penyakit Jantung Pria yang Sering Diabaikan, Apa Saja?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 Maret 2024Updated:1 Maret 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sakit jantung merupakan penyakit yang paling mematikan di dunia. Penyakit jantung bermacam-macam jenisnya seperti jantung koroner, kelainan irama jantung, jantung bawaan dan gagal jantung.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut penelitian, penyakit jantung lebih didominasi menyerang pria. Untuk itu, penting mengetahui ciri-ciri serangan jantung yang biasanya diabaikan begitu saja.

    Mengutip laman Louisiana Heart and Vascular, yang ditulis Detikcom, pria cenderung lebih sering mengalami penyakit jantung dibandingkan wanita karena wanita memiliki jumlah hormon estrogen dan progesterone yang jauh lebih tinggi dibandingkan pria.

    Estrogen dapat membantu mengurangi peradangan yang bisa menimbulkan penumpukan plak pada arteri jantung, sementara progesterone berkontribusi dalam mengurangi tekanan darah.

    Tak hanya menyerang pria yang sudah lanjut usia, penyakit jantung juga bisa dialami oleh pria yang masih muda. Umumnya, hal ini kerap dipengaruhi oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok atau sedentary life.

    Lalu, apa saja ciri-ciri penyakit jantung pada pria berikut paparannya:

    1. Nyeri Dada

    Nyeri dada merupakan salah satu gejala penyakit jantung yang paling umum terjadi. Namun, gejala ini ternyata lebih sering dialami oleh pria dibanding wanita.

    Umumnya, nyeri terjadi di bagian dada sebelah kiri. Hal ini disebabkan oleh adanya penyumbatan pada pembuluh arteri jantung, sehingga menimbulkan sensasi nyeri seperti tertekan atau tertindih.

    Nyeri dada ini bisa terjadi kapan saja, baik saat beraktivitas maupun beristirahat. Rasa nyeri juga bisa berlangsung hingga beberapa menit dan hilang dengan sendirinya.

    2. Nyeri di Tubuh Sebelah Kiri

    Selain di area dada, rasa nyeri akibat penyakit jantung juga bisa menyebar ke bagian tubuh sebelah kiri lainnya, seperti tangan, bahu, dan lain sebagainya. Bahkan, pada beberapa kasus nyeri juga bisa menyebar ke rahang dan tenggorokan.

    Meski begitu, nyeri pada bagian tubuh tersebut tidak bisa serta merta dinyatakan sebagai ciri-ciri penyakit jantung. Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu terkait gejala yang dirasakan, terutama jika disertai dengan nyeri pada dada sebelah kiri.

    3. Gangguan Irama Jantung

    Ciri-ciri penyakit jantung pada pria juga dapat berupa gangguan irama jantung, atau yang dikenal juga dengan sebutan aritmia. Aritmia adalah kondisi yang membuat jantung berdetak secara tidak beraturan, seperti terlalu lambat (bradikardia) atau terlalu cepat (takikardia).

    Aritmia juga menjadi salah satu gejala yang kerap terjadi pada seseorang yang mengalami serangan jantung atau henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest).

    4. Napas Tersengal

    Napas tersengal adalah salah satu ciri-ciri penyakit jantung pada pria. Kondisi ini biasanya terjadi akibat jantung yang tidak mampu memompa darah dan oksigen secara efektif.

    Sebagai respons, tubuh akan berusaha bernapas lebih cepat untuk mendapatkan oksigen dari udara. Hal inilah yang membuat pengidap penyakit jantung sering mengalami kesulitan bernapas atau napas tersengal.

    5. Pusing
    Pusing merupakan ciri-ciri penyakit jantung pada pria yang sering disepelekan karena mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya. Gejala ini bisa muncul ketika sistem kelistrikan jantung tidak bekerja dengan baik, sehingga menyebabkan gangguan detak jantung yang tidak beraturan.

    6. Keringat Dingin
    Umumnya, penyakit jantung menyebabkan gangguan yang memaksa jantung harus bekerja lebih keras dalam menjalankan fungsi memompa darah. Akibatnya, suhu dalam tubuh bisa meningkat.

    Untuk mengatasinya, tubuh akan mengeluarkan keringat guna menurunkan suhu dalam tubuh. Karena itu, pengidap penyakit jantung bisa saja berkeringat meskipun tidak merasa gerah atau berada di ruangan yang sejuk.



    Artikel Selanjutnya


    Kisah Tragis Dokter Jantung yang Muncul di Google Doodle

    (Sumber: CNBC.com )


    Berani sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.