Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»3 Kalimat Ini Haram Diucapkan ke Anak, Efeknya Bisa Buruk
    Inspiring You

    3 Kalimat Ini Haram Diucapkan ke Anak, Efeknya Bisa Buruk

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 Oktober 2023Updated:9 Oktober 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Selain kesiapan mental dan finansial, orang tua juga harus memiliki kecerdasan emosional dalam mendidik anak-anak.

    Melansir dari CNBC Make It, neuropsikolog, Dr. Julia DiGangi, mengatakan bahwa orang tua perlu berbicara dengan kecerdasan emosional jika ingin memiliki anak yang cerdas secara emosional.

    Menurut Dr. Julia, ada tiga kalimat yang ‘haram’ dikatakan orang tua jika ingin anak-anak tumbuh sebagai sosok yang memiliki kecerdasan emosional. Apa saja? Berikut rangkumannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. “Kenapa kamu enggak juara kelas?”

    Menurut Dr. DiGangi, pada dasarnya otak diprogram untuk berprestasi di saat dan tempat yang tepat. Dengan demikian, anak-anak yang mengalami kesulitan bukan berarti mereka tidak ingin berprestasi, tetapi karena mereka tidak mampu.

    Dengan kata lain, masalah utama anak-anak yang sebenarnya bukan kurang belajar, tetapi ketidaksesuaian antara ekspektasi Anda sebagai orang tua dan kemampuan mereka.

    Maka dari itu, cobalah untuk memahami minat anak dan tidak memaksakan kehendak Anda sebagai orang tua. Sebagai contoh, jika anak terlalu banyak bermain video game daripada membaca, coba dekati anak dan tanyakan bagaimana minatnya terhadap video game.

    Alih-alih bertanya “Kenapa kamu enggak membaca buku?” Cobalah mengatakan “Menurut ibu/ayah, sepertinya kamu sangat suka bermain video game. Boleh enggak ibu tahu kenapa kamu sangat suka main game? Coba ceritakan ke ibu, dong.”

    2. “Kenapa kamu enggak pernah mendengarkan ibu/ayah?”

    Dr. DiGangi mengatakan, salah satu faktor penyebab konflik antara anak dan orang tua adalah orang tua yang tidak mendengarkan kebutuhan anak.

    “Di otak anak-anak, mereka ingin menjelajahi dunia berdasarkan identitas diri mereka sendiri, bukan berdasarkan tuntutan orang tua yang mengatur mereka harus menjadi sosok yang seperti apa” ujar Dr. DiGangi.

    Dr. DiGangi meminta orang tua untuk jangan mengatakan “Kenapa, sih, kamu tidak pernah mendengarkan ayah/ibu?” jika anak terlalu keras kepala. Namun, tanyakan apakah Anda sebagai orang tua telah mendengarkan keinginan mereka.

    “Orang tua yang cerdas secara emosional tidak mengharapkan ketaatan dari anak-anak mereka, tetapi untuk menciptakan hubungan. Anak-anak perlu tahu apakah orang tua bersedia untuk mendengar mereka,” kata Dr. DiGangi.

    3. “Kamu enggak sopan!”

    Menurut Dr. DiGangi, salah satu kebiasaan buruk sebagian besar orang tua adalah langsung menyimpulkan perilaku anak berdasarkan rasa ketidakamanan pribadi mereka, bukan memahami apa yang dirasakan anak.

    “Ada pasangan yang mengeluh kepada saya, “Dia (anak mereka) tidak menghormati kami,” karena tidak menurut saat disuruh menyelesaikan tugas sains mereka,” kata Dr. DiGangi.

    “Tetapi begitu orang tua tersebut mengungkapkan kekhawatiran mereka, anak mereka langsung menjawab, “Saya menghormati ibu dan ayah! Sains sangat sulit bagi saya,” lanjut Dr. DiGangi.

    Dengan demikian, Dr. DiGangi mengatakan bahwa pendekatan secara emosional yang paling cerdas bagi orang tua ketika menghadapi situasi tersebut adalah bertanya dan mendengarkan perasaan anak, seperti:

    “Ayah/ibu lihat melihat kamu dapat nilai 64 dalam ujian sains terakhir. Kamu mau ngobrol tentang itu? Ayah/ibu cuman ingin mendengar perasaan dan keluhanmu.”


    Artikel Selanjutnya


    Ahli Harvard Ungkap 5 Tips Besarkan Anak agar Pintar

    (hsy/hsy)


    Ide Sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.