Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»144 Jamaah Haji Indonesia Meninggal, Ini Penyebabnya
    Inspiring You

    144 Jamaah Haji Indonesia Meninggal, Ini Penyebabnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 Juni 2024Updated:19 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Ratusan jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. Total jemaah haji yang meninggal menjadi 144 orang per Selasa (18/6/2024).

    Para jemaah meninggal mulai dari kelompok usia lanjut, hingga mereka yang memiliki penyakit penyerta. Kematian terbanyak masih dipicu komorbid jantung kronis yakni 39 kasus. Sisanya mengalami penyakit seperti berikut:

    – 20 orang terkena syok sepsis


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    – 18 orang mengalami syok kardiogenik

    – 15 acute respiratory distress syndrome (ARDS)

    – 11 orang mengalami gangguan jantung aritmia

    – 6 orang mengalami hypovolemic

    – 5 orang pneumonia

    – 4 orang intracerebral haemorrhage

    – 3 pulmonary embolism

    – 3 acute respiratory failure

    Catatan perawatan pasien di Klinik kesehatan Haji Indonesia menunjukkan tiga penyakit terbanyak yang dialami jemaah adalah pneumonia, hipertensi, hingga diabetes melitus. Secara kumulatif, ada 1.377 pasien yang dirawat jalan, dan 32 di antaranya dirawat inap, terbanyak karena pneumonia.

    Sementara data di Rumah Sakit Arab Saudi menunjukkan tiga penyakit terbanyak pemicu jemaah haji dirawat juga berkaitan dengan pneumonia, gangguan jantung iskemik, hingga diabetes melitus.

    Faktor cuaca panas ekstrem picu kematian jamaah haji

    Melansir dari Arab News, sebuah studi terbaru yang dilakukan di bawah kepemimpinan pusat penelitian dan inovasi King Faisal Specialist Hospital and Research Center (KFSHRC) menemukan bahwa suhu di Makkah, Arab Saudi mengalami peningkatan, terutama selama musim haji.

    Menurut laporan Saudi Press Agency, studi yang dipublikasikan pada awal tahun dalam Journal of Travel Medicine ini bertujuan untuk menemukan hubungan antara peningkatan suhu lingkungan selama pelaksanaan haji dan tingkat infeksi dengan risiko kesehatan terkait.

    Berdasarkan laporan studi yang sama, suhu di Makkah meningkat sebesar 0,4 derajat Celsius per-10 tahun. Meskipun demikian, kasus heatstroke diklaim menurun sebesar 74,6 persen dan angka kematian turun sebesar 47,6 persen.

    Berdasarkan hasil studi itu, KFSHRC juga menyarankan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat panas bagi jemaah haji, yakni penggunaan kipas angin dan kolom kabut air di ruangan terbuka, pembagian air dan payung, hingga meningkatkan jumlah transportasi dengan AC.

    Jika mengacu pada hasil studi tersebut, salah satu penyebab meninggalnya puluhan jemaah haji asal Indonesia kemungkinan besar akibat peningkatan suhu selama musim haji.

     


    Artikel Selanjutnya


    Penyanyi Jebolan Idol Melitha Sidabutar Meninggal Dunia

    (hsy/hsy)


    Mind your business True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.