Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»13 Alasan Utama Pasangan Bercerai, Nomor 1 Tak Terduga
    Inspiring You

    13 Alasan Utama Pasangan Bercerai, Nomor 1 Tak Terduga

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 September 2023Updated:9 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Janji suci pernikahan yang dibuktikan dengan cincin di jari manis sejatinya menjadi ikatan yang harus dijalani pasangan suami dan istri sehidup semati. Sayangnya, lika-liku di tengah jalan kerap kali membuat banyak dari mereka harus memutuskan cinta sejati.

    Di Amerika Serikat (AS), laporan Forbes Advisor menemukan bahwa sebanyak 689.308 pasangan melaporkan perceraian pada 2021. Jumlah tersebut sekitar separuh dari jumlah pernikahan.

    Banyak dari mereka yang memiliki alasan tertentu untuk mengajukan perceraian ke pengadilan. Lalu apa sejatinya faktor dan alasan yang membuat banyak pasangan bercerai?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berdasarkan hasil survei Forbes Advisor, berikut ini daftar alasan perceraian yang paling banyak.

    1. Kurangnya dukungan dari keluarga (43 persen)
    2. Perselingkuhan atau hubungan di luar pernikahan (34 persen)
    3. Ketidakcocokan (31 persen)
    4. Kurangnya kedekatan (31 persen)
    5. Terlalu banyak konflik atau pertengkaran (31 persen)
    6. Stres keuangan (24 persen)
    7. Kurangnya komitmen (23 persen)
    8. Perbedaan dalam pendekatan sebagai orang tua (20 persen)
    9. Menikah terlalu muda (10 persen)
    10. Nilai atau moral yang bertentangan (6 persen)
    11. Penyalahgunaan zat (3 persen)
    12. Kekerasan dalam rumah tangga secara fisik dan/atau emosional (3 persen)
    13. Gaya hidup yang berbeda (1 persen)

    Secara total, sebanyak 43% perceraian dipicu oleh dukungan dari keluarga yang kurang. Sementara itu, 34% perceraian disebabkan oleh perselingkungan alias hubungan lain di luar pernikahan.

    Forbes melaporkan, salah satu pemicu gagalnya pernikahan adalah tujuan dari pernikahan yang tidak tercapai. Sebagian besar pasangan umumnya menikah karena persahabatan, keamanan finansial, kenyamanan, asuransi kesehatan, alasan hukum, atau keinginan untuk memulai sebuah keluarga.

    Pasangan yang menikah karena tekanan masyarakat atau keluarga kemungkinan besar bercerai karena perselingkuhan. Sementara, pasangan yang merasa tertekan untuk masuk ke dalam komitmen cenderung tidak mampu mempertahankan pernikahannya.

    Lalu, pasangan yang menikah untuk formalitas dan memenuhi keinginan lingkungan sekitar cenderung bercerai karena kurangnya keintiman.



    Artikel Selanjutnya


    Catat Bunda, Ini 5 Sifat Anak Tanda Sukses di Masa Depan

    (fab/fab)


    Inspirasi Sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.