Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»10 Hal yang Terjadi di Tubuh Saat Overdosis Gula, Jangan Abaikan!
    Inspiring You

    10 Hal yang Terjadi di Tubuh Saat Overdosis Gula, Jangan Abaikan!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 Juni 2024Updated:7 Juni 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kelebihan gula dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Overdosis gula bisa mengacaukan metabolisme dengan mematikan sistem pengendali nafsu makan pada tubuh.

    Meski gula dapat memberikan energi tambahan, Anda tetap harus membatasi asupan gula harian. Minuman manis, permen, makanan yang dipanggang, dan produk susu manis merupakan sumber utama gula tambahan.

    Berikut beberapa dampak buruk terlalu banyak mengonsumsi gula bagi kesehatan organ tubuh mengutip WebMD.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Otak

    Mengonsumsi gula memberi otak Anda lonjakan zat kimia yang membuat Anda merasa nyaman yang disebut dopamin. Inilah alasan mengapa Anda lebih cenderung ingin permen pada jam 3 sore daripada apel atau wortel.

    Karena makanan utuh seperti buah-buahan dan sayuran tidak menyebabkan otak melepaskan dopamin dalam jumlah banyak, otak Anda mulai membutuhkan lebih banyak gula untuk mendapatkan perasaan senang yang sama.

    2. Suasana hati

    Mengonsumsi permen atau kue sesekali dapat memberi Anda dorongan energi yang meningkatkan kadar gula darah Anda dengan cepat. Namun jika Anda terlalu sering mengonsumsi permen, gula mulai berpengaruh pada suasana hati Anda setelah jam 3 sore. Penelitian telah menghubungkan asupan gula yang tinggi dengan risiko depresi yang lebih besar pada orang dewasa.

    3. Gigi

    Permen dapat merusak gigi Anda. Bakteri penyebab gigi berlubang suka memakan gula yang tertinggal di mulut setelah Anda makan sesuatu yang manis.

    4. Persendian

    Makan banyak permen telah terbukti memperburuk nyeri sendi karena peradangan yang ditimbulkannya pada tubuh. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan atau minum banyak gula lebih mungkin terkena rheumatoid arthritis.

    5. Kulit

    Efek samping lain dari kebanyakan gula adalah membuat kulit Anda menua lebih cepat.

    Kelebihan gula menempel pada protein dalam aliran darah Anda dan menciptakan molekul berbahaya yang disebut “AGEs,” atau produk akhir glikasi lanjut. Molekul-molekul ini persis seperti yang mereka lakukan untuk merusak kulit Anda. Bahan-bahan tersebut terbukti merusak kolagen dan elastin di kulit Anda.

    6. Liver atau hati

    Banyaknya tambahan gula kemungkinan besar mengandung fruktosa atau sirup jagung fruktosa tinggi. Fruktosa yang diproses tubuh dalam jumlah banyak dapat merusak hati. Ketika fruktosa dipecah di hati, fruktosa diubah menjadi lemak. Pada gilirannya hal ini menyebabkan:

    • Penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD). Penyakit ini terlihat sebagai penumpukan lemak berlebih di hati.
    • Steatohepatitis non-alkohol (NASH) adalah perlemakan hati, peradangan dan “steatosis”, yaitu jaringan parut pada hati. Jaringan parut pada akhirnya memutus suplai darah ke hati. Banyak di antaranya berkembang menjadi sirosis dan memerlukan transplantasi hati.

    7. Jantung

    Ketika Anda makan atau minum terlalu banyak gula, kelebihan insulin dalam aliran darah Anda dapat mempengaruhi arteri di seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan dinding arteri meradang, menjadi lebih tebal dari biasanya dan lebih kaku, hal ini membuat jantung Anda stres dan rusak seiring waktu. Hal ini dapat menyebabkan penyakit jantung, seperti gagal jantung, serangan jantung, dan stroke.

    Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih sedikit gula dapat membantu menurunkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

    8. Pankreas

    Saat Anda makan, pankreas memompa insulin. Namun jika Anda mengonsumsi terlalu banyak gula dan tubuh berhenti merespons insulin dengan baik, pankreas Anda mulai memompa lebih banyak insulin.

    Pada akhirnya, pankreas Anda yang bekerja terlalu keras akan rusak dan kadar gula darah akan meningkat, sehingga membuat Anda terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

    9. Ginjal

    Jika Anda menderita diabetes, terlalu banyak gula dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Ginjal memainkan peran penting dalam menyaring darah Anda.

    Begitu kadar gula darah mencapai jumlah tertentu, ginjal mulai melepaskan kelebihan gula ke dalam urin Anda. Jika tidak dikendalikan, diabetes dapat merusak ginjal, sehingga ginjal tidak dapat melakukan tugasnya menyaring limbah dalam darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal.

    10. Kesehatan Seksual

    Gula dapat memengaruhi kemampuan ereksi bagi para pria. Gula juga mempengaruhi sistem peredaran darah, yang mengontrol aliran darah ke seluruh tubuh dan harus bekerja dengan baik untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi.


    Artikel Selanjutnya


    9 Tanda-tanda Tubuh Overdosis Gula, Jangan Sepelekan

    (hsy/hsy)


    Mind your business Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.