Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak yang khawatir kecerdasan buatan (AI) bisa menggantikan pekerjaan manusia. Melansir unggahan Instagram @ditjen.dikti, McKinsey Global Company memprediksi sekitar 30% profesi berpotensi terotomatisasi oleh AI 2030 mendatang. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pernah membeberkan data yang lebih mengerikan terkait dengan ancaman AI terhadap pekerjaan manusia ini. Kemenko Perekonomian memperkirakan akan ada 80 juta pekerjaan yang hilang oleh perkembangan teknologi digital secara global. Ciri-ciri pekerjaan yang akan tergantikan oleh AI di antaranya bersifat rutin dan berulang. Beberapa profesi dengan karakteristik seperti itu antara lain, teller bank dan sopir. Meski demikian, masih ada profesi yang masih bergantung pada kemampuan manusia…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Telkomsel sukses menghadirkan akses broadband berteknologi terdepan yang optimal dalam mendukung kelancaran aktivitas digital masyarakat dan pengunjung selama perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 pada 9-20 September 2024. Selama ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut berlangsung, trafik broadband 5G Telkomsel melonjak hingga mencapai lebih dari 340 persen dibandingkan hari biasa. Sementara itu, layanan data jaringan lainnya, tercatat lonjakan trafik payload mencapai lebih dari 11.20 persen. Kenaikan signifikan trafik layanan data ini mencerminkan komitmen Telkomsel untuk terus menghadirkan konektivitas digital dengan teknologi terkini. Komitmen ini diwujudkan melalui penambahan jaringan 5G di 12 lokasi strategis penyelenggaraan PON…
Jakarta, Dexpert.co.id – Masa jabatan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika tinggal 19 hari lagi. Ada beberapa pekerjaan rumah yang masih belum diselesaikan sampai hari ini. Pertama, soal harmonisasi tentang regulasi khususnya Undang-undang Perlindungan Data Pribadi. Selain itu mengenai revisi PP 71 tentang daya tarik investasi khusus di sektor ITE, khususnya data center dan sebagainya. Sebab menurut Budi, aturan tersebut direvisi supaya lebih atraktif, karena Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain. Dengan Malaysia misalnya, yang diketahui menarik banyak investor karena memberikan harga listrik murah. Indonesia, menurut Budi, juga harus berkompetisi dengan negara tetangga. “Listrik di Johor 8 sen…