Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang pria asal Vancouver, Kanada, berhasil meraup cuan besar selama pandemi Covid-19 berkat perdagangan saham Tesla. Pria bernama Christopher DeVoct tersebut sehari-hari berprofesi sebagai tukang kayu. Pada 2019, ia memiliki uang sekitar US$ 65.000 (Rp 1 miliar) yang diserahan ke divisi pialang Royal Bank of Canada (RBC). Pada puncaknya November 2021, menurut dokumen gugatan hukum, akun DeVocht tumbuh menjadi US$ 306 juta atau setara RpĀ 4,7 triliun. Saat itu, sejumlah besar stimulus membantu saham melonjak dan mendorong ledakan perdagangan ritel. Namun, DeVocht dan penasihat profesionalnya tidak menarik uang dari keuntungan yang diperoleh. Modal dan keuntungan dibiarkan mengendap hingga…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – WhatsApp punya fitur Saluran atau Channel yang bisa pengguna gunakan untuk mengikuti suatu akun. Pada Channel, pengguna akan menerima berbagai informasi, mulai dari konten foto, video hingga dokumen. Nah tapi konten-konten yang dikirim di Channel membuat memori ponsel cepat penuh. Apalagi jika Anda mengikuti banyak channel yang aktif membagikan konten setiap hari. Tenang karena ada cara supaya Anda bisa mengelola dan memilih file mana yang ingin dihapus. Berikut cara menghapus gambar dan video di Channel WhatsApp agar tidak memenuhi penyimpanan WhatsApp. Cara hapus gambar dan video Channel WhatsApp yang menumpuk – Buka aplikasi WhatsApp – Klik ikon…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Samsung meminta maaf soal proyeksi kinerja yang mengecewakan pada kuartal ketiga. Ini semua karena respons raksasa teknologi Korea Selatan tersebutĀ terlambat dalam memasok chip kelas atas di pasar AI.Permintaan maaf itu terkait proyeksi laba kuartal ketiga perusahaan yang kemungkinan akan berada di bawah ekspektasi pasar. Diperkirakan labanya mencapai 9,1 triliun won (sekitar Rp 105,6 triliun) dibandingkan dari LSEG SmartEstimare sebesar 10,3 miliar won (Rp 119,6 triliun). Angka tersebut sebenarnya meningkat dari periode sama pada tahun sebelumnya senilai 2,43 triliun won (Rp 28,2 triliun). Namun memang mengalami penurunan pada Q2 sebesar 10,44 triliun won (Rp 121,1 triliun).Pasar chip diketahui…

Read More