Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah riset menunjukkan bahwa kasus infeksi Covid-19 varian Omicron menunjukkan gejala yang lebih ringan dibandingkan Delta. Kendati gejala lebih ringan, banyak yang menyebutkan bahwa varian Omicron lebih mematikan dibandingkan varian Delta. Benarkah? Ternyata hal tersebut tidak benar. Para ahli mengungkap bahwa varian Delta tetap lebih mematikan daripada Omicron. Varian Delta diketahui menimbulkan gejala yang lebih berat, seperti demam, batuk, sesak nafas, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, kehilangan indera penciuman (anosmia), sakit tenggorokan, muntah, diare, dan hidung tersumbat atau pilek. Di sisi lain, pasien Omicron umumnya mengalami gejala ringan seperti flu biasa.  Meski demikian, ini bukan berarti varian Omicron tidak…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian baru saja merilis aturan yang harus dipatuhi untuk pelaksanaan MotoGP Mandalika. Aturan ini berlaku pada saat Official Pre-Season Test tanggal 11-13 Februari dan Mandalika MotoGP pada tanggal 18-20 Maret 2022. Beleid ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 08 Tahun 2022 terkait pencegahan dan penanggulangan Covid19 pada penyelenggaraan Mandalika MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Dalam pengaturan Inmendagri yang berlaku hingga 21 Maret 2022 ini, terdapat beberapa penekanan dalam melaksanakan rangkaian acara MotoGp 2022, yaitu: 1. Pembatasan jumlah penonton paling banyak 100.000 orang, dengan kapasitas paling banyak 10% untuk kelas…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan Covid-19 varian Omicron menyebar lebih cepat dibandingkan dengan varian delta. Namun, gejala yang timbul akibat varian ini lebih ringan dibandingkan delta.Meski gejala lebih ringan, banyak yang menyebutkan bahwa varian Omicron lebih mematikan dibandingkan varian delta. Benarkah?Ternyata hal tersebut tidak benar. Ahli mengungkapkan mengapa Delta lebih mematikan daripada yang dialami pada orang dengan omicron.Varian Delta diketahui menimbulkan gejala seperti demam, batuk, sesak nafas, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, kehilangan indera penciuman (anosmia), sakit tenggorokan, muntah, diare, dan hidung tersumbat atau pilek. Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan…

Read More