Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah studi oleh Imperial College London menunjukkan bahwa risiko infeksi ulang atau reinfeksi virus Covid-19 varian Omicron lima kali lebih tinggi daripada jenis lainnya. Melansir Times of India, Selasa (22/2/2022), dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Nature, para peneliti mengatakan Omicron merupakan varian yang sangat menular dari SARS-CoV-2. Dan secara signifikan meningkatkan jumlah orang yang terinfeksi ulang Covid-19, tidak seperti varian sebelumnya. Sesuai data yang dibagikan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris, sebelum pertengahan November atau sebelum jenis virus corona Omicron ditemukan, infeksi ulang menyumbang sekitar 1 persen dari kasus Covid-19 yang dilaporkan. Tetapi sekarang reinfeksi jumlahnya malah…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Ada bahaya mengintai bagi mereka yang masih sering menonton konten di layanan streaming ilegal seperti LK21, IndoXXI dan Dunia 21. Bahaya ini termasuk mengancam data para penggunanya. Dalam catatan CNBC Indonesia, ada banyak kerugian saat menonton layanan tidak resmi itu. Misalnya bisa mengundang malware. Malware tersebut dapat menginfeksi perangkat yang digunakan, bahkan bisa mencuri data pribadi pengguna. Federal Trade Commission (FTC) juga sempat mengungkap bahaya mengakses streaming film ilegal. “Jika Anda mengunduh salah satu aplikasi atau add-on ilegal, kemungkinan besar Anda juga akan mengunduh (download) malware,” tulis Alvaro Puig selaku Consumer Education Specialist FTC. FTC mengungkapkan beberapa…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Tiga e-commerce yang beroperasi di Indonesia ternyata masuk dalam daftar Notorious Market Amerika Serikat (AS). Daftar tersebut dikeluarkan oleh perwakilan dagang negara itu atau United States Trade Representative (USTR). Ketiga e-commerce tersebut adalah Bukalapak, Shopee, dan Tokopedia. Perusahaan tersebut masuk dalam laporan 2021 Review of Notorious MarketĀ for Counterfeiting and Piracy, dikutip Selasa (2/22/20222). Laporan itu mengenai pasar, baik fisik dan online, yang ternyata memfasilitasi hingga membiarkan adanya penjualan barang palsu. Selain itu mereka juga dituding mengambil keuntungan dari pembajakan atau pemalsuan substansial tersebut. Di dalam laporan tersebut, Tokopedia disebut memiliki tingkat serta volume yang tinggi pada barang…

Read More