Jakarta, CNBC Indonesia – Di Indonesia, Toyota Avanza punya julukan mobil sejuta umat. Bukan hanya mobil barunya saja yang laris manis, unit bekasnya pun masih banyak diburu. Toyota Avanza baru kompak dijual di kisaran Rp 228-293 juta. Namun, jangan khawatir, mobil sejuta umat ini masih tergolong murah untuk segmen di mobil bekas terutama tahun generasi awal. Di beberapa situs jual beli otomotif, harga mobil ini bahkan tidak sampai Rp 80 juta. Salah satunya adalah Toyota Avanza 1.3 E Manual Bensin 2009 yang dijual dengan harga Rp 70 juta di situs jual beli OLX. Pemilik mengungkapkan bahwa dalam status leasing. Kemudian kondisi jarak tempuh mobilnya…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – OPPO mencatatkan diri sebagai merek ponsel baru yang merajai pasar Indonesia, mengalahkan sejumlah pesaing seperti Xiaomi dan Vivo. Hal ini diketahui dari data ponsel yang paling banyak dikirimkan ke Indonesia hingga akhir September 2021. Menurut laporan IDC Quarterly Mobile Phone Tracker, OPPO menjadi brand ponsel terdepan yang mengirim produknya ke Indonesia karena merek ini berhasil menjaga persediaannya ketika gangguan pasokan terjadi jelang akhir 2021 lalu. OPPO juga tercatat memimpin penjualan ponsel segmen menengah ke bawah (low-end) yang harganya berkisar antara US$100 Posisi OPPO dan Vivo disusul Xiaomi pada urutan ketiga. Meski turun dari posisi sebelumnya, brand Xiaomi masih memimpin…
Jakarta, CNBC Indonesia – Era digital memunculkan disrupsi digital. Salah satu sektor yang diprediksi akan terdampak disrupsi digital adalah industri perbankan. Diprediksi pekerjaan teller hingga back office, yang saat ini masih dikerjakan jutaan orang, akan hilang karena tergantikan robot. Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan tanggapan mengenai masalah ini. Menurutnya disrupsi dan transformasi digital menjadi tantangan global, tidak eksklusif terjadi di Indonesia. Meski demikian, menurut dia, tantangan ini juga bisa menjadi peluang karena berpotensi memunculkan ekonomi-ekonomi baru. “Transformasi digital itu memunculkan ekonomi-ekonomi baru. [Teller dan back office bank] mungkin akan hilang, katakanlah, tetapi pasti akan memunculkan services baru yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya. Sebelumnya ia…