Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Vaksin Sinovac menjadi vaksin yang paling banyak beredar di Indonesia. Namun, penelitian terbaru menyebutkan kalau orang yang menggunakan vaksin CoronaVac Sinovac hampir lima kali lebih mungkin mengalami gejala parah Covid-19 dibanding mereka yang menerima vaksin Pfizer-BioNTech/Comirnaty. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan di Singapura. Tim yang terdiri dari ahli penyakit menular dari National Center for Infectious Diseases (NCID) dan Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), mengamati efektivitas yang relatif lebih rendah dari dua vaksin virus utuh yang tidak aktif (Sinovac dan Sinopharm), terhadap infeksi Covid-19 dibandingkan dengan vaksin mRNA (Pfizer-BioNTech dan Moderna). Hasilnya,mereka yang menyimpulkan vaksin Sinovac adalah…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak beberapa waktu lalu, badai Matahari sering terjadi. Namun apa sebenarnya dampak fenomena itu ke Bumi? Salah satunya adalah bisa menyebabkan berbagai fenomena cuaca antariksa yang berdampak pada kemunculan aurora hingga kerusakan satelit. Hal ini terjadi saat badai geomagnetik menghantam Bumi pada awal November lalu. Badai geomagnetik bisa mengganggu infrastruktur paling penting. Dari jaringan listrik, satelit navigasi, hingga komunikasi radio pesawat di daerah terpencil. Untuk menginformasikan kejadian ini, Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa (SWPC) dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) di Amerika Serikat, memberikan peringatan pada operator infrastruktur apabila terjadi masalah. Salah satu contohnya saat badai terjadi bulan…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Varian Covid-19 kembali ditemukan bernama XE. Orang yang terinfeksi varian ini memiliki gejala dan tingkat keparahannya bergantung pada vaksinasi dan kekebalan yang didapatkan dari infeksi sebelumnya. Mint melaporkan gejala pada orang yang terkena varian XE pada beberapa orang bisa ringan. Namun untuk orang lain bisa lebih parah. Untuk gejala varian XE memang belum bisa disebutkan secara signifikan. “Namun nampaknya gejala yang timbil mirip dengan yang ditimbulkan oleh omicron asli,” kata dokter penyakit dalam di Johns Hopkins Bayview Medical Center di Baltimore, Erica Johnson, dikutip dari The Indepedent, Jumat (15/4/2022). Sebagai informasi saja, gejala varian BA.1 (omicron asli) dan…

Read More