Penulis: Ardhian Valqa

Bali, Dexpert.co.id – International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan adanya risiko stabilitas keuangan hingga krisis ekonomi dengan hadirnya Central Bank Digital Currency atau di Indonesia disebut sebagai Rupiah Digital. Kepala Divisi Departemen Moneter dan Pasar Modal di Dana Moneter Internasional (IMF) Tomasso Mancini-Griffoli menjelaskan risiko penerbitan rupiah digital akan mengganggu stabilitas keuangan lebih dalam, karena dikhawatirkan masyarakat akan mengalihkan aset mereka di perbankan. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Dalam hal CBDC yang dikhawatirkan adalah pelarian dari simpanan bank, meskipun perpindahannya mungkin akan berjalan lambat. Namun, jika proses perpindahan (simpanan bank) ke CBDC berjalan cepat, justru berisiko pada krisis keuangan,”…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Website verifikasi vaksin luar negeri kini dipindah ke dalam aplikasi PeduliLindungi. Sebelumnya, baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) yang menerima vaksinasi Covid-19 di luar negeri maupun campuran dapat menginput data vaksinasi dosis tambahan untuk pengajuan verifikasi vaksin luar negeri melalui website vaksinln.dto.kemkes.go.id. Tapi sekarang tak perlu lagi membuka website tersebut. Bagi Anda penerima vaksin di luar negeri cukup mendownload aplikasi PeduliLindungi saja. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Selain itu, bagi WNI yang menerima vaksinasi dosis primer lengkap di luar negeri dapat melanjutkan vaksinasi ketiga (booster) di Indonesia melalui vaksin program pemerintah.…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Fintech asal Eropa, Klarna, telah mengkonfirmasi bahwa mereka mengumpulkan pendanaan US$ 800 juta atau Rp 11 triliun, tapi dengan diikuti penurunan valuasi yang cukup besar. Desas-desus telah beredar setidaknya selama sebulan terakhir bahwa Klarna yang berbasis di Swedia, yang paling dikenal sebagai penyedia layanan buy now pay later atau bayar tunda, sedang berusaha untuk mengumpulkan dana baru. Laporan awal menyarankan valuasi ini akan berada di sekitar US$15 miliar, mewakili penurunan tajam dibanding valuasi tahun lalu yakni US$45,6 miliar atau sekitar Rp 685 triliun setahun yang lalu. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Kemudian awal bulan ini,…

Read More