Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat menyiapkan senjata baru untuk menghambat perkembangan bisnis teknologi di China. Pemerintahan Presiden Joe Biden dikabarkan menyiapkan aturan untuk membatasi investasi perusahaan AS di sektor kecerdasan buatan di China. Reuters melaporkan aturan pembatasan investasi ini dirancang dengan alasan melindungi keamanan nasional AS. Aturan tersebut telah diajukan oleh Departemen Keuangan sejak Juni dan akan berlaku mulai 2 Januari 2025. Unit baru di bawah Departemen Keuangan AS, Office of Global Transactions, akan bertindak sebagai pengawas. Pemerintah AS akan membatasi investasi di China di tiga sektor kunci yaitu semikonduktor dan mikroelektronik, teknologi informasi kuantum, dan sistem AI. Departemen Keuangan AS menyatakan ketiga teknologi…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi baru soal La Nina di Indonesia. Salah satunya memastikan La Nina akan terjadi tahun ini. Dalam keterangannya, BMKG menuliskan soal hasil monitoring IOD dan ENSO Dasarian II Oktober 2024. Hasilnya menunjukkan status ENSO netral. “Hasil monitoring indeks IOD dan ENSO Dasarian II Oktober 2024, menunjukkan indeks IOD yang melewati batas ambang IOD negative (indeks -1.11), namun baru berlangsung 1 dasarian sehingga statusnya tetap Indian Ocean Dipole (IOD) netral,” tulis BMKG. “Anomali SST di Nino 3.4 juga menunjukkan kondisi yang melewati batas ambang La Nina dengan indeks (indeks -0.64), namun…
Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan bank digital multinasional asal Afrika Selatan, Tyme Group, masuk ke Indonesia lewat kerja sama dengan startup penyedia solusi pembayaran Finfra. Fintechnews.com dan DealStreet Asia sebelumnya telah mengabarkan ambisi Tyme Group untuk berekspansi ke Indonesia setelah masuk ke Filipina lewat GoTyme Bank. Salah seorang pegawai Tyme Group baru-baru ini juga memperbarui profil LinkedIn dengan menulis jabatan sebagai CEO GoTyme Capital Indonesia sejak Oktober 2024. Di sisi lain, Finfra baru-baru mengumumkan pendanaan senilai US$ 2,5 juta (Rp 39 miliar) dari sekelompok investor yang dipimpin oleh Cento Ventures. Bisnis Finfra adalah menyediakan berbagai solusi digital bagi perusahaan non-keuangan yang ingin menambahkan fitur keuangan seperti pembayaran, payroll, hingga akses gaji instan (earning wage access) ke dalam aplikasi atau websitenya. Komisaris di…