Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang karyawan yang bekerja remote atau dari jarak jauh dipecat karena menolak untuk menyalakan webcam selama bekerja.  Namun karena kejadian itu, ia malah mendapat sekitar 75.000 euro (sekitar Rp 1,2 miliar) berdasarkan keputusan pengadilan Belanda yang memutuskan bahwa pemutusan hubungan kerja tersebut salah. Karyawan asal Belanda tersebut bekerja di salah satu perusahaan Amerika Serikat, Chetu Inc. cabang Rijswijk, sebuah perusahaan pengembangan perangkat lunak yang berkantor pusat di Miramar, Florida. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Ia mulai bekerja untuk Chetu pada Januari 2019, dan mengatakan bahwa dia mendapatkan lebih dari 70.000 euro per tahun dalam bentuk gaji, komisi, bonus…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – India berencana menguji coba Rupee Digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Informasi ini berasal dari sebuah makalah yang dirilis oleh Reserve Bank of India. “Saat ini kami berada dalam garis terdepan untuk mengevolusi mata uang yang akan mengubah sifat dan fungsi uangnya,” tulis makalah tersebut, dikutip dari laman Decrypt, Senin (10/10/2022). “CBDC (central bank digital currency) dipandang sebagai penemuan yang menjanjikan dan langkah lanjutan dalam perkembangan evolusi mata uang berdaulat”. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT RBI berencana meluncurkan e-rupee, nama mata uang digital tersebut, dalam peluncuran pilot terbatas. Ini akan diterbitkan sebagai mata uang…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden memotong akses China dari chip semikonduktor tertentu yang dibuat di mana saja dengan peralatan Amerika Serikat (AS). Ini jadi langkah terbaru untuk menghentikan kemajuan teknologi dan militer Beijing. Pemotongan akses tersebut masuk pada aturan kontrol ekspor terbaru yang diterbitkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah menyurati pabrikan KLA Corp, Lam Research Corp, dan Applied Material Incs untuk mewajibkan mereka menghentikan pengiriman peralatan pada pabrik produsen chip yang sepenuhnya dimiliki China. “Ini akan membuat China mundur beberapa tahun sebelumnya,” kata ahli teknologi dan keamanan siber di Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jim Lewis dikutip…

Read More