Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak karyawan yang memutuskan meninggalkan Twitter setelah ultimatum bos baru Elon Musk soal bekerja intensitas tinggi. Para pengguna memperkirakan aksi ini akan membuat raksasa jejaring sosial tumbang dalam hitungan hari. Setelah memangkas ribuan pekerja beberapa waktu lalu, Musk menawarkan dua opsi pada sisa orang di Twitter. Yakni bekerja berjam-jam dengan intensitas tinggi atau pergi, dan nampaknya staf yang tersisa memilih pilihan terakhir. The Guardian melaporkan para pegawai yang pergi mencakup banyak insinyur yang bertanggung jawab atas memperbaiki bug dan mencegah pemadaman. Inilah yang membuat karyawan dan mantan karyawan mempertanyakan kestabilan platform karena langkah tersebut, dikutip Jumat (18/11/2022).…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, CNBC Indonesia – Ahli keamanan siber Eropa mengungkap ancaman terhadap data pribadi penonton Piala Dunia 2022 di Qatar. Aplikasi tiket dan Covid-19 Qatar berpotensi membantu pengunjung dimata-matai 24 jam. Otoritas siber dari Jerman, Norwegia, dan Prancis merilis notifikasi tentang aplikasi tiket dan akomodasi Piala Dunia Qatar yaitu Hayya dan aplikasi contact tracing Covid-19 Ehteraz. Menurut otoritas keamanan siber dari tiga negara, akses yang diminta oleh Hayya dan Ehteraz terhadap data pemilik ponsel ada di level “mencurigakan”. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Qatar mewajibkan kedua aplikasi diunduh oleh mereka yang ingin menghadiri berbagai acara di ajang Piala Dunia, termasuk pertandingan. Permasalahannya, data yang diminta oleh Hayya dan…
Jakarta, Dexpert.co.id – Masayoshi Son dilaporkan berutang pada perusahaannya Softbank senilai S$4,7 miliar (Rp 74 triliun) untuk transaksi sampingkan. Ini terjadi sejalan dengan kerugian yang meningkat pada perusahaan teknologi dalam portofolionya. Straits Times mencatat taruhan besar Masayoshi Son yang kontroversial dalam investasi perusahaan dikecam para investor selama bertahun-tahun, disebut sebagai adanya campuran kepentingan pribadi serta perusahaan dalam tata kelola Softbank. Namun miliarder Jepang yang memegang 30% saham perusahaan itu membantah adanya konflik kepentingan dan menyebutkan sebagai remunerasi untuk pengalaman investasinya. Langkah tersebut menjadi bumerang dan membuatnya berutang pada Softbank. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Saat earning call minggu…