Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Kepala Eksekutif Binance, Changpeng Zhao berusaha menghindari pertanyaan soal FTX. Ini terkait uang US$2,1 miliar (Rp32,8 triliun) yang didapatkan dari perusahaan milik Sam Bankman-Fried. “Kami secara finansial baik-baik saja,” kata Zhao saat diwawancarai dengan CNBC Internasional sambil berusaha menghindari jawaban langsung, dikutip Jumat (16/12/2022). Uang itu didapatkan Binance saat keluar dari investasi mereka di pendanaan seri A tahun 2019 di FTX. Dia ditanyakan apakah akan mengembalikan pembayaran kepada para investor yang merugi karena keruntuhan FTX. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT CNBC Internasional mencatat menurut kode kebangkrutan AS jika proses kebangkrutan dapat menetapkan pembayaran dilakukan lewat proses…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Tak disangka proses PHK karyawan sebuah perusahaan ecommerce terjadi selayaknya serial Squid Game. Kok bisa? Kejadian ini adalah sebuah cerita dari salah satu mantan karyawan ecommerce yang kena PHK pada September lalu. Meski rumor PHK sudah beredar dari beberapa bulan sebelumnya, karyawan yang terimbas tetap kaget. Ogy, salah korban PHK startup, mengatakan bahwa proses PHK yang dia alami cukup cepat. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Emang cukup brutal sih … cuma sehari,” kata Ogy kepada CNBC Indonesia. Dimulai pada Senin (19/9/2022) pagi sekitar jam 08.00, Ogy menerima sebuah surat elektronik di email-nya. Dalam surat elektronik…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Sekelompok influencer terpaksa diseret ke meja hijau atas kasus penipuan saham di Amerika Serikat. Aksi penipuan tersebut, dilakukan oleh 7 orang dengan dibantu oleh satu orang influencer lain. Aksi mereka berhasil meraup lebih dari US$100 juta. Tuntutan dilayangkan oleh Komisi Perdagangan Saham Amerika Serikat (AS).CNBC International melaporkan bahwa tuntutan kepada para influencer dilayangkan oleh Komisi Perdagangan Saham (SEC) dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Mereka dituduh menggunakan media sosial untuk memanipulasi harga saham sejak Januari 2020, demikian dikutip Jumat (16/12/2022). Lewat Twitter dan Discord, para influencer mempromosikan diri mereka sebagai trader…

Read More