Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa hari terakhir wilayah Jabodetabek, terutama Jakarta, diguyur hujan lebat sejak pagi buta. Apa penyebabnya? Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin menjelaskan, siklus normal hujan di daratan terjadi sore hingga malam usai panas matahari maksimum yang membentuk awan-awan konvektif. Artinya, hujan yang terjadi dini hari adalah sesuatu yang tidak biasa. “Jadi kalau ada hujan dini hari atau dimulai dari tengah malam berarti dia tidak memenuhi teori konvensional atau teori umum dari siklus diurnal. Umumnya [dini hari] hujan itu masih di tengah laut, nah kok sudah di darat?,” ujar Erma dalam diskusi tentang cuaca…

Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Zoom melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atas 150 orang pegawainya. Alasannya, adalah tekanan dari investor untuk meningkatkan efisiensi.CNBC International melaporkan bahwa jumlah karyawan Zoom yang kena PHK setara dengan 2 persen dari total pegawainya di seluruh dunia.”Kami secara rutin mengevaluasi tim kami untuk memastikan sejalan dengan strategi kami. Sebagai bagian dari upaya ini, kami menyesuaikan posisi untuk meningkatkan kapabilitas dan akan terus merekrut pegawai di area penting pada masa depan,” kata juru bicara Zoom kepada CNBC International, Jumat (2/2/2024). ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Zoom menyatakan PHK tidak berdampak ke seluruh perusahaan dan akan terus menambah jumlah pegawai di bidang kecerdasan…

Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Byju dulu sempat menjadi salah satu startup “paling mahal.” Namun, harga saham perusahaan edtech tersebut terus tergerus karena ditinggal investor. Kini, pendiri Byju rela mendiskon harga saham hingga 99 persen karena BU, butuh uang. Valuasi Byju, yang bermarkas di India dan beroperasi di Asia Selatan dan Timur Tengah, sempat menyentuh US$ 22 miliar (Rp 346 triliun) pada 2022. Investor saat itu berebut memiliki saham Byju yang pendapatan dan penggunanya meroket di tengah pandemi. Pendiri Byju yang bernama Byju Raveendran kini sedang mati-matian mencari suntikan modal segar agar perusahaannya bisa terus beroperasi. Ia menggelar right issue dengan target dana senilai US$ 200 juta (sekitar Rp 3,15 triliun) untuk…

Read More