Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, CNBC Indonesia – QRIS, sistem pembayaran berbasis kode QR, ramai dibicarakan di X. Saking hebohnya pembahasan soal QRIS di media sosial tersebut, akun X Bank Indonesia angkat bicara. Keramaian soal QIRS di X, media sosial yang dulu bernama Twitter, diawali oleh tulisan akun @adriansyahyasin. Akun tersebut menceritakan pengalamannya saat menggunakan QRIS untuk pembayaran. Setiap berencana membayar menggunakan QRIS, ia selalu menerima pertanyaan soal QRIS apa yang digunakan. Pertanyaan itu membuatnya bingung karena QRIS seharusnya adalah metode pembayaran tunggal. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Sekarang bayar pake QRIS aja masih ditanyain ‘QRISnya apa?’ Ya aku jawab aja: ‘Ya QRIS’,” tulis akun @adriansyahyasin. [Gambas:Twitter] Akun @adriansyahyasin juga membahas soal pembayaran menggunakan…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – ZTE meluncurkan ponsel lipat di kisaran harga Rp 4 jutaan. Patokan itu jauh lebih murah dari kebanyakan ponsel lipat yang diluncurkan oleh sejumlah perusahaan lain. Ponsel lipat yang dirilis hingga sekarang merupakan bagian dari kelas flagship dengan harga di atas Rp 10 jutaan. Oppo, misalnya menjual N Find 3 senilai Rp 16 jutaan. Hal serupa juga ditemukan pada Samsung yang sudah meluncurkan beberapa generasi ponsel. Untuk generasi terbarunya, Z Flip 5 dibanderol mulai dari Rp 16 jutaan dan Z Fold 5 senilai Rp 25 jutaan. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT The Verge melaporkan ZTE dengan Libero Flip dijual US$420…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Kepala Ekonom BCA David Sumual menyebut Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur China terus tertekan dalam beberapa tahun terakhir ini. Kebijakan Amerika Serikat yang memindahkan pabrik-pabriknya dari China disebut sebagai penyebabnya. “Untuk manufakturnya China kembali di bawah 50, artinya mereka sudah kontraksi,” kata David Sumual dalam diskusi Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Jumat (23/2/2024). David mengatakan di saat yang bersamaan, sektor manufaktur sejumlah negara lain seperti Meksiko, Vietnam, dan Thailand justru meningkat. Dia menduga hal tersebut terjadi karena Amerika Serikat mulai memindahkan pabrik-pabriknya dari China ke negara-negara tersebut. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Kelihatannya ada banyak…

Read More