Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia diundang oleh Australia untuk belajar soal penerapan aturan Publisher Rights. Undangan tersebut karena Australia sudah lebih dulu punya aturan serupa yakni News Bargaining Code. Kabar ini diungkap oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Usman Kansong. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Baru rencana ini ya, kita sudah berkomunikasi Australia akan mengundang kita untuk belajar bagaimana menerapkan Publisher Rights,” kata Usman saat acara Ngopi Bareng di Kantor Kominfo, Jumat (3/5/2024). “Karena Australia sudah ada News Bargaining Code,” imbuhnya. Di Australia, kata Usman aturan ini ada di bawah kewenangan lembaga seperti KPPU. Sampai saat ini, Pemerintah…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Polisi di kota Kent, Inggris, menggunakan kecerdasan buatan untuk menggambar sketsa pelaku perampokan rumah. Penampakan wajah pelaku dalam gambar tersebut membuat netizen heboh. Menurut Futurism, pelaku kriminal yang menjadi sorotan seorang pria yang membobol rumah manula berusia 90 tahun di Tunbridge Wells. Dalam penyelidikan, polisi berhasil mendapatkan deskripsi sang pelaku dari beberapa keterangan saksi dan korban. Berdasarkan keterangan polisi, saksi melihat pelaku di lantai atas saat ia pulang pada pukul 5 sore. Saat digerebek, orang itu mengklaim dirinya adalah petugas polisi. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Tersangka dideskripsikan sebagai pria kulit putih dengan tinggi badan 165 cm dengan rambut…
Jakarta, Dexpert.co.id – Penipu online menjebak korban dengan modus baru, yakni menawarkan iming-iming centang biru Instagram. Menurut catatan pengamat keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya, modus penipuan ini sudah banyak memakan korban dan mayoritas adalah akun Instagram UMKM dengan jumlah follower ribuan. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Dengan memalsukan diri sebagai admin Instagram dan iming-iming mendapatkan centang biru, korban ditawari centang biru dan digiring ke situs phishing untuk memulai proses mendapatkan centang biru. “Jika korban percaya dan memasukkan kredensialnya, jelas bukan centang biru yang didapatkan melainkan haru biru karena akunnya dibajak,” kata Alfons dalam keterangan tertulis, dikutip CNBC…