Jakarta, Dexpert.co.id – Sosok milarder kontroversial, Elon Musk, merupakan orang terkaya ketiga di dunia saat ini. Dalam laporan Forbes Real-Time Billionaires, harta kekayaannya mencapai US$ 193,2 miliar atau setara Rp 3.111 triliun Dua bisnisnya yang paling populer adalah Tesla dan SpaceX. Masing-masing bergerak di sektor mobil listrik dan roket luar angkasa. Pada 2022 lalu, Musk juga mencaplok Twitter yang kemudian diubah menjadi X. Di tengah tren kecerdasan buatan (AI), Musk juga tak ketinggalan kereta dan mendirikan xAI. Digadang-gadang, xAI akan jadi pesaing OpenAI, pembuat layanan populer ChatGPT. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Musk memiliki gurita bisnis yang menyebar di berbagai sektor teknologi. Berikut…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Saki H. Bramono mengatakan banyak perusahaan yang menganggap konsep bisnis dengan menjunjung sustainability atau keberlanjutan akan memakan biaya yang tinggi. Salah satu upaya mendorong keberlanjutan di industri telekomunikasi adalah mendorong adopsi eSIM. Pasalnya, dengan SIM elektronik, tak perlu lagi ada produksi fisik kartu SIM. Namun secara ekosistem bisnis, kehadiran eSIM juga menantang. Sebab, eSIM menjadi teknologi disruptif bagi produsen kartu SIM. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT “Karena produsen SIM card itu teriak ya,” kata Saki dalam talkshow Tech for Sustainability Impact NextDev Summit 2024, Jakarta, Selasa (14/5/2024). Ia mengatakan Telkomsel memiliki mindset bahwa ekosistem bisnis yang keberlanjutan sifatnya jangka panjang. …
Jakarta, Dexpert.co.id – Pengguna HP Android harus berhati-hati saat mengunduh aplikasi ke dalam ponsel. Sebab sejumlah aplikasi meniru platform resmi yang bisa mencuri informasi sensitif. Laporan ini berasal dari peneliti keamanan siber SonicWall Capture Labs. Berdasarkan pengamatan banyak aplikasi yang meniru Google, Instagram, Snapchat, WhatsApp, hingga X (dulunya Twitter). ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Bahkan para pelaku membuat logo yang mirip dengan aplikasi sah. Setelah aplikasi di-install, malware juga ikut terpasang di dalam ponsel korbannya. “Malware ini menggunakan ikon aplikasi Android terkenal untuk menyesatkan pengguna dan menipu koran untuk meng-install aplikasi berbahaya pada perangkatnya,” kata para peneliti, dikutip…