Jakarta, CNBC Indonesia – Kantor induk TikTok di Singapura keracunan massal. Sebanyak 60 orang pegawai ByteDance dilaporkan mengalami gejala gastroenterits atau flu perut. Peristiwa keracunan besar-besaran di markas ByteDance di Singapura dilaporkan oleh CNBC International mengutip siaran pers dari Badan Pangan Singapura dan Kementerian Kesehatan Singapura. Dari 60 orang yang dilaporkan mengalami gejala flu perut, sebanyak 57 orang harus dirawat di rumah sakit. Peristiwa keracunan terjadi pada Selasa (30/7/2024). Menurut The Straits Times, Pertahanan Sipil Singapura mengerahkan personel, ambulans, mobil pemadam kebakaran, hingga armada dekontaminasi ke wilayah kantor ByteDance. “Kami menyelidiki perkara ini dan bekerja sama dengan otoritas terkait,” kata juru bicara ByteDance kepada CNBC International. “Kami telah mengambil langkah segera untuk mendukung karyawan…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Startup neuroteknologi, Synchron, mengumumkan telah berhasil melakukan implan otak dan menyambungkannya ke headset Vision Pro Apple. Kini pasien dengan keterbatasan mobilitas fisik dapat mengendalikan perangkat tersebut hanya dengan menggunakan pikiran mereka. Perusahaan chip otak itu mengatakan tengah membangun antarmuka otak-komputer atau BCI, yang dirancang untuk membantu pasien lumpuh mengoperasikan teknologi seperti smartphone dan komputer hanya melalui pikiran. Mereka telah menanamkan BCI pada enam pasien di AS dan empat pasien di Australia. Synchron menyebut, masih perlu persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk mengomersialkan teknologinya secara lebih luas. Apple merilis Vision Pro awal tahun ini, dan pengguna biasanya…
Jakarta, Dexpert.co.id – Qualcomm mengumumkan Snapdragon 4s Gen 2, chipset entry-level yang dilengkapi koneksi jaringan 5G. Chipset ini ditujukan agar ponsel dengan konektivitas 5G dapat diakses oleh 2,8 miliar pengguna di pasar yang cenderung memilih harga murah, termasuk India dan Amerika Latin. Akhir-akhir ini, produsen gencar menarik konsumen di India yang merupakan pasar ponsel terbesar kedua di dunia, terutama karena kurangnya ponsel 5G dengan harga dibawah US$100 (Rp 1,5 juta). Menurut IDC, segmen entry-level di pasar ponsel India menurun sebesar 14% tahun ke tahun menjadi 15% dengan 5,1 juta unit ponsel dikirimkan pada kuartal pertama. Xiaomi dan Poco terus memimpin…