HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Loading… ` $(‘#loaderAuth’).remove() const dcUrl=”https://connect.detik.com/dashboard/”; if (data.is_login) { $(‘#connectDetikAvatar’).html(` `); $(‘#UserMenu’).append(` ${prefix} My Profile Logout ${suffix} `); $(“#alloCardIframe”).iFrameResize(); } else { prefix = “ $(‘#connectDetikAvatar’).html(` `); $(‘#UserMenu’).append(` ${prefix} REGISTER LOGIN ${suffix} `); } }
Penulis: Fitriana Herman
JakartaDexpert.co.id – Perusahaan yang memproduksi smartphone dan memiliki lisensi merek Nokia, HMD baru-baru ini meluncurkan ponsel edisi Barbie, Rabu (28/8). Ponsel tersebut merupakan hasil kerja sama HMD dengan Barbie (lewat perusahaan pembuat mainan Mattel). Uniknya, ponsel berwarna pink cerah itu memiliki mekanisme flip phone (ponsel lipat) ala retro. Melansir CNBC International, HMD Barbie Phone dapat dibuka dan ditutup serta memiliki logo Barbie yang mencolok di bagian belakang. Ini tentunya mengingatkan kita pada koleksi Barbie yang ikonik. Ponsel ini dijual di Inggris mulai Rabu dengan harga eceran £99 atau sekitar Rp 2 juta. Sementara itu peluncuran di AS akan direncanakan segera. Tidak…
Jakarta, CNBC Indonesia – Mpox, atau yang dulu dikenal dengan monkeypox (cacar monyet), telah menjadi ancaman kesehatan global baru. Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa virus Mpox bermutasi lebih cepat daripada yang diperkirakan. Mpox merupakan penyakit zoonosis, yang berarti penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia. Meskipun MPXV (virus penyebab Mpox) pertama kali ditemukan pada monyet yang dipelihara untuk penelitian di Kongi, mereka bukanlah reservoir utama atau satu-satunya virus tersebut. Hewan pengerat, termasuk bajing dan tikus kantong Gambia, diyakini sebagai reservoir MPXV. Lalu, apa tanda-tanda seseorang sudah tertular Mpox? Perlu diketahui, Mpox terutama menyebar melalui kontak langsung dengan ruam, koreng, atau cairan tubuh penderita.…