Penulis: Fitriana Herman

Daftar Isi JakartaDexpert.co.id – Tekanan darah tinggi atau hipertensi, yang kerap disebut darah tinggi, merupakan silent killer yang berpotensi meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan berbagai penyakit kronis lainnya yang dapat menyebabkan kematian. Para penderita hipertensi tidak hanya harus menjalankan pola hidup sehat, tapi juga harus minum obat secara rutin untuk menurunkan tekanan darah. Normalnya, tekanan darah sistolik di kisaran 120-129 mmHg dan tekanan darah diastolik di angka 80-84 mmHg. Meskipun begitu, menjadi pertanyaan apakah mengonsumsi obat hipertensi setiap hari dapat merusak ginjal. Mengutip situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hipertensi yang tidak terkendali justru dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Sebaliknya,…

Read More

JakartaDexpert.co.id – Anak dengan usia di bawah lima tahun (balita) rentan untuk mengalami infeksi virus ringan hingga 8-12 kali dalam setahun. Hal itu disebabkan oleh kekebalan tubuh balita yang belum sempurna dan masih dalam tahap tumbuh kembang. Namun, penyakit berat tetap bisa mengancam kesehatan anak-anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, terdapat beberapa penyebab kematian terbanyak pada anak seperti pneumonia, komplikasi bayi prematur, asfiksia pada bayi yang baru lahir, kelainan kongenital, diare, infeksi berat/sepsis, dan sebagainya. Karenanya, penting bagi orangtua agar menjaga kesehatan anak agar tidak mudah sakit. Dan walaupun sakit, cegah sebelum penyakit anak berkembang menjadi lebih berat. Lantas, bagaimana…

Read More

JakartaDexpert.co.id – Kondisi medis mematikan mengancam penumpang pesawat, tak peduli duduk di kursi kelas mana pun dalam penerbangan. Kondisi medis ini disebut Deep Vein Thrombosis (DVT). Mengutip situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), DVT merupakan kondisi terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah vena dalam, biasanya terjadi di area kaki, dapat mengakibatkan penyumbatan aliran darah. Akibatnya, berpotensi berisiko yang mengancam jiwa karena gumpalan darah memiliki kemungkinan untuk berembolisasi, terpisah dari vena, atau berjalan sebagai embolus melalui sisi kanan jantung yang kemudian dapat bersarang di arteri. Melansir CNBC International, kondisi ini dapat terjadi kapan saja.Kondisi ini disebut seringkali terjadi tanpa gejala yang jelas, sehingga menjadi sangat berbahaya.…

Read More