Penulis: Fitriana Herman

Jakarta, Dexpert.co.id – Cerita ini bermula ketika Sukarno diasingkan pemerintah kolonial ke Bengkulu. Di sini Sukarno berkenalan dengan anak seorang pimpinan Muhammadiyah yang juga muridnya, Fatmawati. Awalnya hubungan berjalan sebatas guru dan murid. Namun, perlahan Sukarno mengakui hubungannya dengan Fatmawati mulai berubah. Singkat cerita, muncul perasaan suka dari diri Sukarno. Alasannya bukan soal kecantikan Fatmawati, tetapi juga keinginan presiden RI ke-1 itu untuk punya anak kandung. Sebab, selama hampir 20 tahun menjalani rumah tangga bersama Inggit, dia belum dikaruniai anak kandung. “Istriku sudah mendekati usia 53 tahun. Aku masih muda, penuh vitalitas, dan memasuki usia terbaik di puncak kehidupan. Aku menginginkan…

Read More

Jakarta, CNBC Indonesia – Salah satu istilah kata dalam Bahasa Indonesia yang cukup dikenal adalah ‘hidung belang’. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebut hidung belang’ sebagai “laki-laki yang gemar mempermainkan perempuan.” Sebenarnya, sejak kapan istilah itu muncul? Apakah ‘hidung belang’ benar-benar ada orang yang mencoret-coret hidung? Atau mengapa istilah itu terasosiasi dengan tindakan tak terpuji? Begini ceritanya. Alkisah, ada seorang tentara bernama Pieter Cortenhoeff (17) yang bertugas di Kastel Batavia. Dia berperawakan tinggi, gagah dan berparas ganteng. Tiap kali para perempuan istana tak sengaja berjumpa dengannya pasti akan melirik dan salah fokus. Ini dialami juga oleh Sara Specx (13) yang naksir dengan ketampanan Pieter. ADVERTISEMENT …

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Sebagai sama-sama negara bekas jajahan, Indonesia dan Malaysia diwarisi banyak bentuk kebudayaan peninggalan kolonial di segala aspek. Mulai dari hukum, politik, mentalitas, kebudayaan, dan linguistik. Namun khusus yang terakhir, ada pembeda jelas antara kedua negara tersebut, yakni persoalan kefasihan berbahasa asing di kalangan penduduknya. Sebagai negara bekas jajahan Inggris selama ratusan tahun, penduduk Malaysia dan bekas koloni Inggris lain seperti Singapura, diketahui fasih berbahasa Inggris di samping bahasa Melayu. Kondisi ini berbeda dengan penduduk Indonesia yang sama sekali tidak bisa berbahasa Belanda meski hidup lama di bawah penjajahan Belanda. Paling mentok, pengaruh Belanda di sektor bahasa terletak…

Read More