Penulis: Fitriana Herman

Jakarta, Dexpert.co.id – Infeksi radang tenggorokan Streptokokus di Jepang ternyata bisa mematikan. Bahkan disebut tingkat kematiannya mencapai 30%. Channel News Asia melaporkan infeksi itu akan menyebar ke seluruh tubuh. Berikutnya berpotensi menyebabkan gagal organ, dikutip Minggu (31/3/2024). Profesor penyakit menular di Universitas Kesehatan Fujita, Hitoshi Honda mengungkapkan penyakit ini bukanlah pneumonia atau Covid-19. Bahkan dipastikan kecil kemungkinan akan berubah menjadi pandemi seperti empat tahun lalu. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Menurutnya, Streptokokus merupakan infeksi droplet. Untuk menghindarinya, dia mengingatkan untuk menjaga kebersihan tangan. “Kebersihan tangan sangat penting untuk mencegah infeksi Streptokokus muncul,” jelasnya. Kasus Streptokokus yang terjadi terus…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Pada masa sekarang jilbab lazim digunakan oleh para Muslimah. Namun, fenomena ini sebetulnya berbanding terbalik di masa lalu. Jilbab di masa lalu bukanlah sesuatu yang mudah dijumpai, bahkan sempat dilarang pemerintah. Bagaimana ceritanya? Berdasarkan pengamatan Jean Gelman Taylor dalam Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia (2008), jilbab, termasuk blus dan celana, tidak ada di foto-foto tahun 1880-an. Artinya, pada masa tersebut atau zaman Hindia Belanda, jilbab tidak atau belum digunakan sebagai penutup kepala bagi perempuan Muslim. Sebab, di masa itu mereka hanya mengenakan kudung atau kain penutup kepala, itupun tak menutupi seluruh kepala. ADVERTISEMENT SCROLL TO…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Jepang kini dilanda wabah penyakit langka dan mematikan. Wabah yang melanda merupakan bentuk penyakit streptokokus grup A, Streptococcal Toxic Shock Syndrome (STSS). Penyakit streptokokus ini diketahui sangat menular, menimbulkan lonjakan kasus di Negeri Sakura. Bahkan, angka infeksinya telah mencapai rekor terbaru. Angka sementara yang dikeluarkan Institut Penyakit Menular Nasional Jepang (NIID) mencatat 941 kasus STSS dilaporkan pada tahun lalu. Dalam dua bulan pertama tahun 2024, 378 kasus telah tercatat, dengan infeksi teridentifikasi di semua prefektur kecuali dua dari 47 prefektur di Jepang. NIID mengatakan meski penyakit ini lebih banyak menyerang orang lanjut usia. Namun angka kematiannya lebih…

Read More