Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Uniqlo Tiba-Tiba Kena Boikot di China, Ini Pemicunya
    Inspiring You

    Uniqlo Tiba-Tiba Kena Boikot di China, Ini Pemicunya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 Desember 2024Updated:2 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Uniqlo, perusahaan ritel fesyen asal Jepang, menjadi sasaran boikot dari konsumen di China. Seruan boikot terhadap Uniqlo terjadi setelah kepala eksekutifnya menyatakan bahwa perusahaan tidak mengambil kapas dari wilayah Xinjiang ujung barat.

    Pernyataan Tadashi Yanai, kepala eksekutif Fast Retailing, tersebut muncul dalam sebuah laporan wawancara oleh media British Broadcasting Corporation (BBC) pada Kamis (28/11/2024).

    Dalam wawancara tersebut, Yanai awalnya menanggapi pertanyaan BBC yang menanyakan kepadanya apakah Uniqlo menggunakan kapas dari Xinjiang. Ia menjawab, “Kami tidak menggunakan kapas dari sana,” sebelum menyela dirinya sendiri untuk mengatakan bahwa dia tidak ingin melanjutkan jawabannya karena “terlalu politis”.

    Wawancara Yanai di BBC tersebut dengan cepat menjadi viral di platform media sosial China Weibo pada Jumat (29/11/2024). Beberapa pengguna mengecam perusahaan tersebut dan beberapa mengatakan mereka akan berhenti membeli produknya.

    Pada tahun 2020, Fast Retailing mengatakan tidak membuat produk apa pun di Xinjiang. Namun, Yanai dalam wawancara media lainnya, mengatakan Uniqlo ingin tetap netral.

    Isu pengadaan dari Xinjiang termasuk sensitif, terutama karena sejumlah organisasi hak asasi manusia dan pemerintah AS menuduh China melakukan pelanggaran terhadap penduduk Uighur. Isu ini menjadi bola panas bagi perusahaan asing yang memiliki pasar besar di China.

    Beijing membantah adanya pelanggaran di wilayah tersebut, tempat asal sebagian besar kapas produksi China.

    Pada tahun 2021, pesaing Uniqlo, H&M, menghadapi boikot konsumen di China karena pernyataan di situs webnya yang menyatakan kekhawatiran tentang tuduhan kerja paksa di Xinjiang dan mengatakan tidak akan lagi pengadaan kapas dari sana.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Warga RI Makin Gemar Olahraga, Produsen Alat Olahraga Kian Cuan




    Next Article



    Starbucks Hilang dari Daftar Boikot Produk Terafiliasi Israel



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.