Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»BMKG Ingatkan Waspada Potensi Hujan Es, Cek Wilayahnya!
    Inspiring You

    BMKG Ingatkan Waspada Potensi Hujan Es, Cek Wilayahnya!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman30 September 2024Updated:30 September 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan es di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat pun diminta tetap tenang, waspada namun jangan kaget karena hal itu fenomena alam biasa.

    Hujan es terjadi akibat labilitas udara yang menyebabkan adanya pertumbuhan awan konvektif berupa awan Cumulonimbus.

    Dalam Prospek Cuaca Mingguan, berlaku 27 September – 3 Oktober 2024, BMKG mengungkapkan, pembentukan awan Cumulonimbus berpotensi meningkat jika kondisi atmosfer menjadi labil atau tidak stabil.

    “Awan Cumulonimbus inilah yang erat kaitannya dengan potensi kilat/petir, angin kencang, puting beliung, bahkan hujan es,” tulis BMKG, dikutip Senin (30/9/2024).

    “Dalam sepekan ke depan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem. Seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” tambah BMKG.

    BMKG mengingatkan, mulai akhir September hingga Oktober mendatang, sejumlah wilayah Indonesia memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju hujan.

    “Salah satu ciri masa peralihan musim adalah pola hujan yang biasa terjadi pada sore hingga menjelang malam hari. Didahului oleh adanya udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari,” jelas BMKG.

    “Karakteristik hujan pada periode peralihan cenderung tidak merata dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat. Apabila kondisi atmosfer menjadi labil/tidak stabil, potensi pembentukan awan konvektif seperti awan Cumulonimbus akan meningkat,” terang BMKG.

    Dinamika Atmosfer

    Hasil analisis dan pantauan BMKG dalam sepekan terakhir menunjukkan, curah hujan di beberapa wilayah Indonesia masih cukup tinggi pada sepekan terakhir.

    Untuk kondisi dinamika atmosfer terkini, BMKG mengungkapkan, dalam skala global, nilai IOD, SOI, dan Nino 3.4 tidak signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

    “Berdasarkan model filter spasial MJO pada tanggal 27-28 September 2024, gangguan fenomena MJO secara spasial terprediksi aktif di sekitar wilayah Laut Banda, dan Maluku Bagian Tenggara. Yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” tulis BMKG.

    Dengan beragamnya kombinasi fenomena cuaca, mulai dari fenomena MJO, gelombang atmosfer, daerah konvergensi, hingga labilitas lokal kuat, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca signifikan. Yang diprediksi berpotensi terjadi pada periode 27 September sampai 3 Oktober 2024.

    Berikut peringatan yang dikeluarkan BMKG:

    Potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

    Aceh

    Sumatra Utara

    Sumatra Barat

    Riau

    Kep. Riau

    Jambi

    Sumatra Selatan

    Kep. Bangka Belitung

    Bengkulu

    Lampung

    Banten

    DKI Jakarta

    Jawa Barat

    Jawa Tengah

    DI Yogyakarta

    Jawa Timur

    Bali

    NTT

    Kalimantan Barat

    Kalimantan Tengah

    Kalimantan Utara

    Kalimantan Selatan

    Sulawesi Utara

    Gorontalo

    Sulawesi Tengah

    Sulawesi Barat

    Sulawesi Selatan

    Sulawesi Tenggara

    Maluku Utara

    Maluku

    Papua Tengah

    Papua

    Papua Pegunungan

    Papua Selatan.

    Potensi Angin Kencang

    DI Yogyakarta

    NTT

    Sulawesi Selatan

    Sulawesi Tenggara

    Papua Selatan.

    “Masyarakat diimbau tenang namun tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” demikian imbauan BMKG.

    “Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang,” tulis BMKG.

    BMKG mengingatkan, waspada dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Daya Beli Ambruk, Bisnis Klinik Kecantikan Laju Terus





    Next Article



    Heboh UKT Mahal, Sekolah Taruna BMKG Biaya Gratis



    Berani sukses Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.