Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Studi Temukan Mikroplastik di Otak Manusia, Begini Cara Masuknya
    Inspiring You

    Studi Temukan Mikroplastik di Otak Manusia, Begini Cara Masuknya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 September 2024Updated:19 September 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Studi terbaru mengungkapkan bahwa plastik dari barang sehari-hari dapat masuk dan memengaruhi kesehatan otak manusia. Berkaitan dengan hal ini, para ahli pun memberi peringatan terkait dampak plastik terhadap kesehatan manusia.

    Melansir dari euronews, sebuah laporan terbaru menemukan bahwa salah satu sumber utama polusi mikroplastik adalah lingkungan dalam ruangan. Maka dari itu, partikel plastik dapat mudah terhirup dan masuk dengan cepat ke dalam otak.

    Studi yang dipimpin oleh Prof. Dr. Thais Mauad dari University of Sao Paulo dan Dr Luis Fernando Amato-Lourenco dari Freie University Berlin menemukan keberadaan mikroplastik di bagian bawah otak, bulbus olfaktorius. Temuan mikroplastik di hidung dan bulbus oleh para ahli menunjukkan bahwa jalur penciuman kemungkinan besar merupakan tempat masuknya partikel eksternal ke otak.

    Dalam studi tersebut, para ahli berhasil mengidentifikasi serat dan partikel plastik dalam delapan dari 15 sampel yang diambil dari otak 15 warga Sao Paulo, Brasil yang telah meninggal. Hasilnya, plastik yang paling umum ditemukan adalah polipropilena. Polipropilena umumnya digunakan sebagai bahan pakaian, kemasan makanan, dan botol.

    “Studi ini menemukan bahwa jalur penciuman merupakan jalur masuk utama yang potensial bagi plastik ke dalam otak,” kata Prof. Mauad, dikutip Kamis (19/9/2024).

    “Dengan demikian, bernapas di lingkungan dalam ruangan dapat menjadi sumber utama polusi plastik di otak,” sambungnya.

    Prof. Mauad mengungkapkan, ternyata para ahli juga menemukan nanoplastik alias partikel yang berukuran lebih kecil daripada mikroplastik. Hal ini menjadi faktor yang membuat plastik menjadi lebih mudah masuk ke dalam tubuh dengan jumlah yang lebih tinggi.

    “Nanoplastik yang masuk ke dalam tubuh dengan lebih mudah mampu menyebabkan tingkat total partikel plastik jauh lebih tinggi,” kata Prof. Mauad.

    “Kapasitas partikel tersebut dikhawatirkan dapat diinternalisasi oleh sel dan mengubah cara tubuh kita berfungsi,” lanjutnya.

    Terkait plastik yang diinternalisasi dalam sel, para peneliti khawatir hal itu dapat menyebabkan perubahan dalam fungsi seluler, terutama ketika berinteraksi dengan organ anak-anak. Secara tidak langsung, plastik mampu menyebabkan perubahan dalam kehidupan dewasa.

    Sebelumnya, penelitian ini muncul setelah anggota Plastic Health Council, Profesor Dr. Lukas Kenner menemukan keberadaan plastik dalam tubuh pada April 2024 lalu. Dalam studinya, ia menemukan bahwa sel kanker dalam usus mamu menyebar dengan sangat cepat setelah berkontak dengan mikroplastik. Tak hanya itu, plastik diindikasikan memainkan peran penting dalam pembentukan kanker dini.

    Ilmuwan lain juga telah menyatakan bahwa dampak serius bagi kesehatan manusia akibat paparan plastik dapat mencakup gangguan endokrin, penurunan kesuburan, dan penyakit jantung.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Inovasi & Prospek Cuan Bisnis Vegan Body Care





    Next Article



    Bahaya Ini Mengintai Orang RI Akibat Paling Banyak Makan Mikroplastik



    Gaya Hidup Terkini Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.