Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Puluhan Virus Baru Muncul Lagi di China, Berpotensi Menular ke Manusia
    Inspiring You

    Puluhan Virus Baru Muncul Lagi di China, Berpotensi Menular ke Manusia

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 September 2024Updated:15 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Peneliti kembali menemukan puluhan virus baru yang terdeteksi pada hewan di peternakan bulu di China. Beberapa di antaranya berpotensi menular ke manusia.

    Sejak pandemi COVID-19, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa beternak mamalia seperti cerpelai untuk diambil bulunya dapat memudahkan virus baru berpindah dari alam liar dan memicu wabah baru.

    Ahli virologi Edward Holmes, yang memimpin penelitian tentang COVID-19, serta salah satu penulis studi baru yang mengkaji potensi bahaya yang ditimbulkan oleh virus di peternakan bulu di negara tempat kasus COVID pertama muncul pada akhir tahun 2019, mengatakan bahwa ia merasa industri peternakan bulu global “adalah salah satu cara yang paling mungkin untuk memulai pandemi baru”.

    “Secara pribadi, saya berpendapat bahwa industri peternakan bulu di seluruh dunia harus ditutup,” katanya kepada AFP, dikutip dari The Hindu.

    Lebih lanjut, tim peneliti yang dipimpin China mengurutkan materi genetik dari sampel paru-paru dan usus 461 hewan seperti cerpelai, kelinci, rubah, dan anjing rakun yang mati akibat penyakit di seluruh negeri antara tahun 2021 dan 2024.

    Sebagian besar berasal dari peternakan bulu, beberapa juga diternakkan untuk makanan atau obat tradisional, sementara sekitar 50 adalah hewan liar. Tim tersebut mendeteksi 125 virus, termasuk 36 virus baru, menurut penelitian di jurnal Nature .

    Tiga puluh sembilan virus memiliki “risiko tinggi” untuk menular antar spesies, termasuk ke manusia, menurut hasil evaluasi para peneliti.

    Beberapa virus tersebut, seperti hepatitis E dan ensefalitis Jepang, telah menyebar ke manusia, tetapi 13 di antaranya masih baru, kata penelitian tersebut.

    Beberapa jenis flu burung juga terdeteksi pada marmut, cerpelai, dan muskrat. Dan tujuh jenis virus corona juga ditemukan, meskipun demikian tidak ada yang berkerabat dekat dengan SARS-CoV-2, yang menyebabkan COVID-19.

    Dalam penelitian tersebut, para peneliti menyerukan peningkatan pengawasan terhadap hewan ternak berbulu, terutama cerpelai, anjing rakun, dan marmut, yang tercatat memiliki virus dengan “risiko paling tinggi”.

    (pgr/pgr)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Laju Bisnis Body Cara Saat Daya Beli Warga RI Melemah


    Mind your business Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.