Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»YouTube Batasi Akses Video Fitness buat Remaja, Ini Sebabnya
    Inspiring You

    YouTube Batasi Akses Video Fitness buat Remaja, Ini Sebabnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman13 September 2024Updated:13 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – YouTube menegaskan bahwa pihaknya akan berhenti merekomendasikan video kesehatan dan kebugaran kepada remaja, terutama yang menampilkan bentuk “ideal” atau tipe tubuh tertentu. Apa alasannya?

    Melansir dari Euronews, YouTube merupakan salah satu media sosial yang merekomendasikan konten sesuai algoritma alias menyesuaikan dengan apa yang telah ditonton oleh pengguna sebelumnya. Dengan demikian, para pengguna yang “terjebak” algoritma akan menyaksikan konten dengan tema serupa berkali-kali atau bahkan yang lebih ekstrem.

    Pada tahun lalu, YouTube memperbarui panduan dari komite penasehat pemuda dan keluarga, yakni pembatasan konten seputar fitness untuk remaja. Pembatasan yang awalnya dilakukan di Amerika Serikat (AS) ini kemudian diperluas hingga ke Eropa.

    “Aturan baru ini adalah cara untuk mencegah remaja berpikir buruk atau negatif tentang diri sendiri,” kata Bos YouTube Health, Dr. Garth Graham dan Direktur Manajemen Produk YouTube Youth, James Beser dikutip Jumat (13/9/2024).

    “Jenis konten seperti ini mungkin tidak berbahaya jika hanya satu video, tetapi bisa menjadi masalah bagi beberapa remaja jika dilihat secara berulang,” lanjut Dr. Graham.

    Sebagai informasi, media sosial diklaim mampu memengaruhi pola pikir manusia, termasuk terkait kepercayaan diri soal tubuh. Menurut tinjauan terhadap 50 studi dari 17 negara, media sosial dapat menyebabkan citra tubuh yang buruk, gangguan makan, dan masalah kesehatan.

    Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan karena orang cenderung membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang dilihat melalui media sosial, menetapkan standar tubuh kurus atau bugar sebagai tipe tubuh ideal, dan melakukan objektifikasi diri.

    Pihak yang paling mudah terpengaruh atas dampak negatif media sosial adalah perempuan, anak perempuan, orang yang kelebihan berat badan, dan orang yang mengklaim diri sudah memiliki citra tubuh buruk. Sementara itu, orang yang sudah merasa percaya diri dengan bentuk tubuh biasanya cenderung jarang untuk terpengaruh.

    Selain membatasi konten kesehatan dan kebugaran, YouTube juga telah membatasi akses pengguna remaja ke beberapa konten yang melibatkan gangguan makan dan perkelahian fisik.

    Dengan kebijakan baru tersebut, YouTube juga dapat mengarahkan pengguna ke hotline krisis saat mereka mencari hal-hal yang terkait dengan bunuh diri, menyakiti diri sendiri, dan gangguan makan.

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Laju Bisnis Body Cara Saat Daya Beli Warga RI Melemah





    Next Article



    Mental Health Jadi Prioritas Kemenkes, Sama Bahayanya seperti Kanker



    Selalu Semangat True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.