Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Pegawai Daycare Lecehkan Puluhan Anak Kecil Selama 20 Tahun
    Inspiring You

    Pegawai Daycare Lecehkan Puluhan Anak Kecil Selama 20 Tahun

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 September 2024Updated:3 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Seorang mantan pekerja tempat pengasuhan anak (daycare) di Australia mengaku bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan anak perempuan selama hampir dua dekade, Senin (2/9/2024).

    Melansir dari Al Jazeera dan BBC International, Ashley Paul Griffith menjadi sosok yang mencatatkan kasus pedofilia terburuk sepanjang sejarah Negeri Kangguru. Ia mengaku bersalah atas 307 dakwaan pelecehan seksual yang melibatkan anak-anak yang berada dalam asuhannya.

    Secara rinci, 307 dakwaan tersebut termasuk 28 dakwaan pemerkosaan, 190 dakwaan perlakuan tidak senonoh, 67 dakwaan membuat materi eksploitasi anak, empat dakwaan memproduksi materi, dan satu dakwaan mendistribusikan materi.

    Dilaporkan, sekitar 60 anak yang sebagian besar berusia di bawah 12 tahun menjadi korban pelecehan seksual Griffith. Adapun, aksi pedofilia oleh pria berusia 46 tahun itu dilakukan di pusat pengasuhan anak Brisbane, Australia dan Italia sepanjang 2003 hingga 2022 alias selama 19 tahun.

    Menurut laporan Australian Broadcasting Corporation, Griffith ditangkap oleh polisi federal Australia pada Agustus 2022 lalu dan didakwa dengan beberapa pelanggaran materi eksploitasi anak. Kemudian, jaksa mendakwa laki-laki asal Gold Coast, Queensland itu dengan lebih dari 1.600 pelanggaran terhadap 91 anak perempuan.

    “Ini adalah salah satu kasus dugaan pelecehan anak paling mengerikan yang pernah dilihat oleh detektif kami,” ujar Asisten Komisaris Polisi Negara Bagian New South Wales, Michael Fitzgerald pada 2023 lalu, dikutip Selasa (3/9/2024).

    Polisi mengatakan, Griffith telah menjadi buronan sejak pihaknya menemukan kumpulan gambar dan video eksploitasi anak yang beredar melalui situs web gelap pada 2014 lalu. Meskipun wajahnya terpotong dari rekaman, penyelidik berhasil melacak Griffith berkat sprei yang terlihat di latar belakang video.

    Saat ini, Griffith masih ditahan di balik jeruji besi dan akan dijatuhi hukuman dalam waktu dekat.

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Daya Beli Melemah, Ekspansi Bisnis Skincare Pria Apa Kabar?





    Next Article



    Top! Timnas Indonesia Berhasil Kalahkan Australia 1-0



    Berani sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.