Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Profil Taruna Ikrar, Ahli Farmasi Kontroversial Jadi Kepala BPOM
    Inspiring You

    Profil Taruna Ikrar, Ahli Farmasi Kontroversial Jadi Kepala BPOM

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 Agustus 2024Updated:19 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan reshuflle menteri dan kepala badan/lembaga negara pada Senin (19/8/2024). Salah satu pejabat baru yang dilantik Presiden adalah Taruna Ikrar yang diberikan jabatan sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

    Taruna Ikrar menggantikan posisi Rizka Andalucia yang sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala BPOM. 

    Siapa sosok Taruna Ikrar?




    Foto: Taruna Ikrar. (Dok. Istimewa)
    Taruna Ikrar. (Dok. Istimewa)

    Sebelum menjadi pejabat, Taruna Ikrar dikenal sebagai dokter dan ahli bidang farmasi, jantung, dan syaraf.

    Dia mendapat gelar dokternya dari Universitas Hasanuddin di Makassar, kemudian melanjutkan pendidikan master bidang Farmakologi di Universitas Indonesia. Selain itu, Taruna juga pernah mendapat beasiswa dari pemerintahan Jepang untuk meneruskan pendidikan spesialisasi penyakit jantung di Universitas Niigata, Jepang, serta program post-doctoral di bidang neurosains di School of Medicine, University of California, Amerika Serikat. 

    Namanya juga tercatat sebagai salah satu pemegang paten metode pemetaan otak manusia.

    Taruna Ikrar tercatat aktif di kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PB IDI periode 2000–2003.

    Selain itu, ia juga menjadi anggota American Cardiology Collage, and Society for Neurosciences, International Heart Research Association, Asia Pacific Hearth Rhythm Association, dan Japanese Cardiologist Association.

    Taruna Ikrar pernah bekerja sebagai pengajar di Departemen Biotechnology dan Neuroscience, Surya University pada tahun 2014 serta menjadi adjunct professor di Department Neurology, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

    Kontroversi Taruna Ikrar

    Sosok Taruna Ikrar cukup kontroversial. Namanya sempat menjadi perhatian publik ketika Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mencabut gelar profesornya pada November 2023 lalu.

    Pencabutan itu tertuang dalam Keputusan Mendikbudristek RI Nomor 0728/E.E4/RHS/DT.04.01/2023 tentang Penyetaraan Jabatan Akademik Dosen.

    Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt. Dirjen) Diktiristek Kemendikbudristek saat itu, Nizam mengungkapkan alasan pencabutan gelar profesor Taruna Ikrar karena terdapat kecurangan.

    “Ada fraud di dalam usulan penyetaraan Guru Besarnya,” kata Nizam kepada CNNIndonesia.com, pada 2 November 2023 lalu.

     

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Laris Manis Bisnis Klink Kecantikan Kekinian Saat Daya Beli Tertekan


    Berani sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.