Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengenal Leptospirosis, Diduga Penyebab 6 Nelayan di Merak Meninggal
    Inspiring You

    Mengenal Leptospirosis, Diduga Penyebab 6 Nelayan di Merak Meninggal

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman13 Agustus 2024Updated:13 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebanyak enam nelayan ditemukan meninggal secara misterius di perairan Pulau Tempurung, Merak, Banten, Minggu (4/8/2024) lalu. Keenam jenazah tersebut dilaporkan berada di dalam kapal nelayan KM Sri Mariana 07.

    Melansir dari detikhealth, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), dr. Mohammad Syahril mengungkapkan bahwa seluruh jenazah telah dievakuasi oleh petugas dengan alat pelindung diri lengkap (APD) dan sesuai dengan prosedur.

    dr. Syahril mengatakan, sejauh ini keenam jenazah tersebut diduga meninggal akibat leptospirosis. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan di laboratorium untuk memastikan penyebab kematian, termasuk kaitannya dengan bakteri atau virus.

    “Dugaan sementara dari tikus yang ada di kapal tersebut, menyebabkan leptospirosis,” kata dr. Syahril, dikutip Selasa (13/8/2024).

    Sebenarnya, apa itu leptospirosis?

    Mengutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kemenkes RI, leptospirosis adalah penyakit bersifat akut yang bersumber dari binatang dan disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit zoonosis ini disebut dapat menyebabkan kematian bagi pengidapnya.

    Di Indonesia, sumber utama penular leptospirosis adalah tikus, anjing, babi, sapi, dan kambing. Biasanya, leptospirosis ditularkan melalui urine atau air kencing binatang yang mengandung bakteri leptospira dan memasuki tubuh manusia melalui hidung, mulut, mata atau abrasi kulit.

    Selain kontak langsung, infeksi penyakit yang berkembang di alam ini dapat menyebar akibat kontak dengan air sungai, danau, selokan, lumpur, atau tanah yang terkontaminasi bakteri Leptospira.

    Gejala Leptospirosis dan Masa Inkubasi

    Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah banjir dan pemukiman banyak tikus; sering beraktivitas di sungai; rutin melakukan olahraga air; dan berprofesi sebagai petani, peternak, petugas kebersihan, hingga petugas pemotongan hewan adalah pihak yang paling berisiko tertular leptospirosis.

    Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui bagaimana gejala leptospirosis. Berikut daftarnya.

    1. Demam di atas 38 derajat Celsius

    2. Sakit kepala

    3. Badan lemah

    4. Nyeri betis hingga sulit berjalan

    5. Kemerahan di selaput putih mata

    6. Mata dan kulit kekuningan

    7. Pembesaran hati dan limpa

    8. Tanda-tanda kerusakan ginjal

    Menurut Kemenkes RI, masa inkubasi leptospirosis antara dua hingga 30 hari dengan rata-rata berlangsung tujuh sampai 10 hari.

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kekuatan Teknologi Dukung RI Wujudkan Wisata Medis Anti-Aging

    Berani sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.