Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Banyak Jajanan Pasar Berisiko Kanker, Ada Cone Es Krim-Kerupuk
    Inspiring You

    Banyak Jajanan Pasar Berisiko Kanker, Ada Cone Es Krim-Kerupuk

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Juli 2024Updated:4 Juli 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Lucia Rizka Andalusia mengungkapkan pihaknya banyak menemukan jajanan pasar yang menggunakan bahan tambahan pangan tidak aman. Ia menyebut makanan yang menggunakan bahan pangan tersebut banyak dikonsumsi oleh masyarakat, salah satunya penggunaan formalin di dalam makanan.

    “Ini paling banyak nih, Kalau beli bakso, beli soto mi, beli mi goreng, ini mi yang warnanya kuning dan dia awet bisa seminggu lebih dia nggak rusak, bulanan bahkan karena mengandung formalin,” ucapnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2024).

    Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan bahan tambahan pangan berupa pewarna rhodamin B dan metanil yellow pada jajanan pasar. Padahal pewarna ini tak boleh dipakai pada makanan lantaran bisa berbahaya pada kesehatan.

    Dikutip dari laman BPOM RI, zat warna metanil yellow biasa digunakan pada industri tekstil, cat, kertas dan kulit binatang, indikator reaksi netralisasi (asam-basa). Metanil yellow dapat menyebabkan mual, muntah, sakit perut, diare, panas, rasa tidak enak dan tekanan darah. Jangka panjang dapat menyebabkan kanker kandung kemih.

    Zat warna Rhodamin B juga bersifat karsinogenik. Pewarna ini biasanya digunakan sebagai zat warna untuk kertas, tekstil (sutra, wool, kapas), sabun, kayu, plastik dan kulit, sebagai reagensia di laboratorium untuk pengujian antimoni, kobal, niobium, emas, mangan, air raksa, tantalum dan tungsten, dan digunakan untuk pewarna biologik.

    Rhodamin B bisa menumpuk di lemak sehingga lama-kelamaan jumlahnya akan terus bertambah. Rhodamin B diserap lebih banyak pada saluran pencernaan dan menunjukkan ikatan protein yang kuat. Kerusakan pada hati tikus terjadi akibat makanan yang mengandung rhodamin B dalam konsentrasi tinggi. Paparan rhodamin B dalam waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan kanker hati.

    Selain pewarna, BPOM juga menemukan penggunaan boraks pada kerupuk.

    “Rhodamin ini, cone-nya es krim yang warnanya merah ini yang mengandung Rhodamin B. Ini juga terus digalakkan oleh Badan POM. Selain itu juga ada yang pewarna yang tidak boleh itu metanil yellow,” imbuh Rizka.

    “Bikin kerupuk pake boraks ini paling banyak. Kerupuk gendar, kerupuk seperti ini mengandung boraks,” lanjutnya lagi.

    Menurut Rizka, penggunaan bahan tambahan pangan yang tak aman ini kerap kali digunakan oleh pedagang kecil karena harganya yang murah. Adapun para pedagang yang menggunakan bahan pangan tersebut akan dilakukan pembinaan hingga dikenakan sanksi sosial.

    “Ini yang digalakkan oleh Badan POM dengan laboratorium kelilingnya Badan POM. Badan POM punya lab keliling yang melakukan uji cepat kandungan bahan tambahan makanan yang berbahaya seperti formalin ini,” katanya lagi

    “Nah dengan lab-lab keliling ini, kita bisa menembus sampai ke pasar-pasar yang di-close-up-close-up ya untuk mengurangi hal ini,” lanjutnya lagi.

    Berita selengkapnya >>> Klik di sini

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Daya Beli Lesu, Bisnis Skincare Ikut Meredup?




    Next Article



    Catat! 7 Ciri Kosmetik Berbahaya Menurut BPOM



    (Sumber: CNBC.com )

    Gaya Hidup Terkini Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.