Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Niat dan Tata Cara Sholat Ghaib Untuk Orang Banyak
    Inspiring You

    Niat dan Tata Cara Sholat Ghaib Untuk Orang Banyak

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman1 Juli 2024Updated:1 Juli 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    Jakarta, Dexpert.co.id – Sholat ghaib dilakukan untuk menyolatkan orang yang meninggal di tempat jauh. Tata caranya sama dengan sholat jenazah biasa, namun tanpa jenazah di tempat sholat. Niatnya untuk menghantarkan doa bagi jenazah yang tidak hadir secara fisik.

    Dalam buku “Tata Cara Sholat Lengkap yang Dicintai Allah” oleh Yoli Hemdi, dijelaskan bahwa sholat ghaib merupakan salah satu kemudahan yang diberikan dalam agama Islam.

    Jika ada seseorang yang meninggal di tempat yang jauh, umat Islam tetap dapat melaksanakan sholat jenazah meskipun tidak dapat melihat jenazahnya secara langsung.

    Niat Sholat Ghaib: Arab, Latin dan Arti

    Merujuk pada buku yang sama, berikut niat sholat ghaib yang dapat dilafalkan.

    1. Niat Sholat Ghaib Jenazah Perempuan

    أُصَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ ( فُلَانَةِ ) الْغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى .

    Arab latin: Ushallii ‘ala mayyitati (fulaanah) al-ghaa’ibah arba’a takbiiriatin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillaahi Ta’aalaa.

    Artinya: “Saya berniat mengerjakan sholat untuk mayit (si Fulanah, disebut namanya…) yang ghaib (tidak ada di tempat ini) dengan empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai imam/makmum, karena Allah Ta’ala.”

    2. Niat Sholat Ghaib Jenazah Laki-laki

    أُصَلِّ عَلَى مَيْتِ (فُلَانٍ) الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى .

    Arab latin: Ushallii ‘ala mayyiti (fulaan) al-ghaa’ibi arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillaahi Ta’alaa.

    Artinya: “Saya berniat mengerjakan sholat untuk mayit (si Fulan, disebut namanya…) yang ghaib (tidak ada di tempat ini) dengan empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai imam/makmum, karena Allah Ta’ala.”

    3. Niat Sholat Ghaib untuk Jenazah Lebih dari Satu

    أُصَلِّي عَلىٰ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالىٰ

    Ushollii alaa man sholla alaihi arba’a takbiroti fardhol kifayati ma’muman/imaaman lil laahi ta’aalaa

    Artinya: “Aku berniat sholat Ghaib sebagai imam/makmum atas mayit yang disholati dengan empat kali takbir fardu kifayah karena Allah Ta’ala.”

    Niat sholat Ghaib tersebut bisa dibaca dalam hati, sebagaimana niat sholat pada umumnya.

    Tata Cara Sholat Ghaib

    Tata cara sholat ghaib sama dengan sholat jenazah pada umumnya, hanya saja niatnya berbeda, yaitu untuk mendoakan jenazah yang tidak hadir secara fisik di hadapan jamaah dengan kehadiran secara makna atau batin.
    Berikut tata cara sholat ghaib yang dikutip Kitab Lengkap Panduan Sholat oleh M Khalilurrahman Al-Mahfani MA dan Abdurrahim Hamdi MA.

    1. Berdiri (bagi yang mampu) dan mengucapkan niat seperti bacaan di atas.

    2. Takbiratul ihram seperti sholat biasa.

    3. Kemudian membaca Al-Fatihah.

    4. Takbir kedua membaca sholawat

    اللّـٰهُمَّ صَلَّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

    Arab latin: Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa shollaita ala ibrahim wa ala aali ibrahim. Wa barik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kama barakta ala ibrahim wa ala ali ibrahim. Innaka hamidun majiid.

    Artinya: “Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.

    Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia. Dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.”

    5. Takbir ketiga membaca doa untuk mayit

    اللّـٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ باالْمَاءٍ وَالثَّلْجِ والْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ اْلجَنَّة وَأَعِدْهُ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَعَذَابِ الناَّرِ

    Arab latin: Allahummaghfir lahu warhamhu waafihi wafuanhu, wa akrim nuzulahu, wawassi’ madkholahu, waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal-baradi, wanaqqi-hi min khathaayaaya kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minal danasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, waqihi fitnatal qabri wa adzaaban naari.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia (mayat), berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia, luaskanlah kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es.

    Bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau mebersihkan baju putih dari kotoran. Berilah dia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, istri yang lebih baik dari istrinya (atau suaminya) dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.”

    6. Takbir ke empat membaca doa untuk keluarga yang ditinggalkan

    اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِااْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فىِ قُلُوْبِنَا غِلاَّ لِّـلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُفٌ الرَّحِيْمٌ

    Arab latin: Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu. Waliikhwaninalladzinasabaquunabiliimaani walaa taj’al fii quluubina ghillallilladzina aamanuu robbanaa innaka rouufurrohiim

    Artinya: “Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya.”

    7. Salam dengan menghadap kanan terlebih dahulu.

    Saksikan video di bawah ini:

    Pejuang Eksim, Istri Legenda Bulutangkis Ini Ciptakan Skincare Natural


    (hsy/hsy)

    Mind your business Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.