Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»7 Fakta Daun Kratom yang Belum Banyak Diketahui oleh Orang
    Inspiring You

    7 Fakta Daun Kratom yang Belum Banyak Diketahui oleh Orang

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 Juni 2024Updated:24 Juni 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa orang mungkin masih asing dengan nama daun kratom. Belakangan ini, daun kratom sedang menjadi perbincangan karena dampaknya yang memiliki efek candu seperti memakai narkoba.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tumbuhan asli Indonesia ini banyak tumbuh di hutan Kalimantan. Daun ini banyak dijadikan sebagai obat alternatif untuk penawar rasa sakit berbagai kondisi medis.
    Ada senyawa aktif yang berkontribusi pada efek terapeutiknya. Beberapa senyawa utama yang terkandung di dalam daun kratom antara lain Mitragynine, 7-hydroxymitragynine, Speciociliatine, Corynantheidine, Speciogynine, Paynantheine dan Mitraphylline.

    Terlepas itu, ada sejumlah fakta dari daun kratom yang jarang diketahui. Berikut adalah paparannya:

    1. Pereda nyeri
    Daun ini memiliki tiga jenis yang berbeda yakni vena putih, vena hijau, dan vena merah. Semuanya merupakan pereda efektif untuk nyeri kronis.
    Ketiganya menawarkan efek pereda nyeri dengan menempel pada reseptor opioid. Manfaat ini terjadi berkat senyawa 7-hidroksi mitraginin dalam daun.

    Meski daun ini menargetkan reseptor opioid seperti morfin dan kodein, para ahli menganggapnya sebagai opioid atipikal. Sebab, daun kratom bekerja secara selektif menonaktifkan sinyal tertentu. Efek sampingnya lebih rendah ketimbang opioid biasa.

    2. Bisa membangkitkan suasana hati
    Banyak masyarakat menggunakan daun krotom sebagai pengobatan tradisional bagi orang-orang yang kecanduan opioid. Daun ini membantu meringankan gejala penarikan morfin dan etanol.

    Selain itu, daun kratom juga berpotensi sebagai antidepresan. Sebab, daun ini dapat menurunkan kadar kortikosteron. Kadar kortikosteron yang tinggi terkait dengan depresi. Namun, penelitian lebih lanjut masih perlu untuk membuktikan hal ini.

    3. Menurunkan Kadar Gula Darah
    Penelitian menunjukkan bahwa daun kratom dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Hal ini menjadikannya pilihan potensial sebagai suplemen alami bagi penderita diabetes yang ingin mengontrol kadar gula darah secara lebih efektif.

    4. Mengatasi Diare
    Manfaat lain dari daun kratom adalah kemampuannya dalam mengatasi diare. Dengan sifat antispasmodik yang dimilikinya, daun kratom membantu meredakan kejang otot di saluran pencernaan, sehingga efektif dalam mengurangi frekuensi dan keparahan diare.

    5. Dikonsumsi dengan berbagai cara
    Daun kratom adalah tanaman herbal yang dapat kamu konsumsi dengan berbagai cara. Mulai dari mengunyah langsung, menggerusnya, mengasapi, atau menyeduh menjadi teh. Selain itu, teknologi saat ini juga memungkinkan mengolah daun ini menjadi suplemen berbentuk pil atau bubuk.

    6. Meningkatkan Energi dan Stamina
    Di Asia Tenggara, daun kratom sering digunakan untuk meningkatkan energi dan stamina. Alkaloid dalam kratom memberikan efek stimulan ringan yang membantu meningkatkan kewaspadaan dan daya tahan tubuh, membuat pengguna merasa lebih bertenaga dan siap menjalani aktivitas sehari-hari.

    7. Ada efek memabukkan
    Daun kratom memang bisa memabukkan karena di dalamnya mengandung zat aktif bernama mitragin yang dapat mempengaruhi otak dan sistem saraf. Efek kratom bervariasi, tergantung pada dosis dan jenis daunnya.

    Pada dosis rendah, daun ini dapat memiliki efek seperti kafein, yaitu memberikan energi dan meningkatkan mood. Namun, pada dosis tinggi, kratom menyebabkan efek psikoaktif yang mirip dengan opioid. Efek psikoaktif ini berpotensi menyebabkan ketergantungan.

    Gejalanya dapat berupa perasaan euforia, rileks, dan penekanan rasa nyeri. Pada dosis rendah, kratom dapat memiliki efek seperti kafein, yaitu memberikan energi dan meningkatkan mood.

    Namun, pada dosis yang tinggi, daun satu ini dapat menyebabkan efek psikoaktif yang mirip dengan opioid. Efek psikoaktif ini berpotensi menyebabkan ketergantungan. Gejalanya berupa perasaan euforia, rileks, dan penekanan rasa nyeri.

    (Sumber: CNBC.com )


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.