Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Penyakit Cacar Monyet Muncul Lagi, Satu Pasien Meninggal
    Inspiring You

    Penyakit Cacar Monyet Muncul Lagi, Satu Pasien Meninggal

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman13 Juni 2024Updated:13 Juni 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan Afrika Selatan melaporkan kasus kematian pertama akibat cacar monyet setelah lima kasus terkonfirmasi dalam satu bulan terakhir, Rabu (12/6/2024) waktu setempat.

    Melansir dari Reuters, Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Joe Phaahla mengungkapkan bahwa kasus kematian tersebut merupakan pasien laki-laki berusia 37 tahun yang meninggal di Rumah Sakit Tembisa, Senin (10/6/2024) waktu setempat. Menurut Phaahla, kasus kematian ini merupakan yang pertama setelah laboratorium mengonfirmasi lima kasus infeksi dalam sebulan terakhir.

    Phaahla mengatakan bahwa seluruh kasus cacar monyet di Afrika Selatan terjadi pada laki-laki berusia 30 hingga 39 tahun yang tak memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara yang dilanda wabah tersebut. Dengan demikian, penyakit ini menular secara lokal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kelima kasus tersebut diklasifikasikan sebagai kasus parah yang memerlukan rawat inap. Kasus-kasus tersebut memiliki penyakit penyerta dan telah diidentifikasi sebagai populasi kunci, yakni laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki,” kata Phaahla, dikutip Kamis (13/6/2024).

    Secara rinci terkait lima pasien cacar monyet di Afrika Selatan, Phaahla mengungkapkan bahwa satu pasien telah dipulangkan dari rumah sakit, satu pasien dipulangkan untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah, dan dua lainnya masih dirawat di rumah sakit.

    Menurut Phaahla, cacar monyet dapat menyebar melalui kontak dekat, menyebabkan gejala mirip flu, dan lesi berisi nanah. Sebagian besar kasus penyakit zoonosis ini tergolong ringan, tetapi bisa mematikan.

    Sebagai informasi, cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus monkeypox tergolong ke dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.

    Penyakit cacar monyet pertama kali ditemukan pada 1958, yakni saat terdapat wabah penyakit mirip cacar yang menyerang monyet peliharaan untuk penelitian. Adapun, kasus cacar monyet pertama yang menjangkit manusia pertama kali ditemukan pada 1970 di Republik Demokratik (RD) Kongo.

    Mengutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit cacar monyet dapat ditularkan kepada manusia melalui kontak fisik dengan pasien terinfeksi, benda yang terkontaminasi, atau hewan yang terinfeksi.

    Secara rinci, berikut cara penularan penyakit cacar monyet akibat kontak dengan manusia, hewan, dan benda yang terkontaminasi.

    1. Antar-manusia

    Penularan bisa terjadi melalui kontak face-to-face (berbincang atau hembusan napas), droplet, sentuhan, ciuman, atau hubungan seksual.

    2. Hewan

    Penularan bisa terjadi saat berburu, menguliti, atau memasak hewan yang terinfeksi.

    3. Benda

    Penularan bisa terjadi melalui sprai, pakaian, atau jarum yang terkontaminasi.

    4. Ibu Hamil

    Ibu hamil dapat menularkan virus penyebab penyakit cacar monyet kepada bayi yang belum lahir.

    “Penyakit cacar monyet dapat dicegah dengan menghindari kontak fisik dengan seseorang yang terjangkit. Selain itu, vaksinasi juga dapat membantu mencegah infeksi bagi orang yang berisiko,” tulis WHO.

    (rns/rns)


    Inspirasi Sukses Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.