Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Makan Gorengan Bikin Anak Bodoh, Mitos atau Fakta?
    Inspiring You

    Makan Gorengan Bikin Anak Bodoh, Mitos atau Fakta?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 April 2024Updated:25 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Masyarakat Indonesia akrab dengan gorengan. Banyak santapan khas Nusantara yang diolah dengan cara digoreng di dalam minyak panas hingga garing. 

    Sayangnya, sejumlah penelitian telah membuktikan efek buruk makanan yang digoreng terhadap kesehatan. Bahkan, gorengan disebut bisa membuat kecerdasan anak menurun. Benarkah demikian?

    Ahli otak dari Harvard Medical School, Dr Uma Naidoo mengatakan bahwa makanan yang digoreng termasuk dalam daftar makanan yang dapat merusak otak.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebuah penelitian terhadap lebih dari 18.000 orang menemukan bahwa pola makan tinggi gorengan dikaitkan dengan rendahnya skor memori dan kognisi. Ini artinya, kemampuan otak anak bisa menurun jika terus-terusan diberi makan gorengan.

    Sebagai alternatif, Dr Uma menyarankan memilih versi makanan favorit Anda yang dipanggang atau dikukus.

    Perlu diketahui, minyak goreng mengandung lemak trans yang jahat. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa ketika orang mengonsumsi lemak trans dalam jumlah lebih tinggi, mereka cenderung memiliki peningkatan risiko penyakit Alzheimer, daya ingat yang lebih buruk, volume otak yang lebih rendah, dan penurunan kognitif.

    Tak cuma itu, gorengan juga bisa membuat otak seseorang kesulitan mengontrol pola makan. Sebab, lemak trans menyebabkan peradangan yang menghambat otak mengontrol asupan makanan. Dengan kata lain, orang kesulitan mengontrol seberapa banyak mereka makan, kapan harus berhenti dan jenis makanan apa yang harus dimakan, kata peneliti dari Universitas Naples Federico II di Italia. Studi tersebut menemukan bahwa makanan kaya lemak jenuh mengurangi fungsi kognitif seseorang sehingga membuatnya lebih sulit mengontrol kebiasaan makan.


    Artikel Selanjutnya


    Ahli Harvard Ungkap 4 Kebiasaan Terbaik untuk Kesehatan Otak

    (hsy/hsy)


    Never Give Up Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.