Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sandiaga Uno Tak Setuju Bali Disebut Overtourism, Tapi…
    Inspiring You

    Sandiaga Uno Tak Setuju Bali Disebut Overtourism, Tapi…

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 April 2024Updated:19 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno buka suara soal Bali yang kembali disoroti oleh media asing dan disebut dikunjungi turis melebihi kapasitas (overtourism).

    Sandi mengatakan bahwa Bali disebut overtourism karena merupakan destinasi yang paling diminati oleh wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman). Sandi menyebut bahwa penumpukan wisatawan memang terjadi di Pulau Dewata itu, namun ia menolak Bali disebut mengalami overtourism.

    “Ini belum overtourism, tapi Bali [bagian] selatan memang terlihat peningkatan beban yang cukup signifikan karena semua terpusat hanya di Nusa Dua dan Bali selatan,” kata Sandi di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (19/4/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, Kecamatan Kuta Selatan; Kuta; Kuta Utara; dan Kota Denpasar yang terletak di bagian selatan Bali memang cukup dipenuhi oleh para wisman dan wisnus karena menyajikan berbagai pilihan destinasi wisata, terutama pantai.

    Berkaitan dengan kecenderungan wisatawan yang berkunjung ke bagian selatan Bali, Sandi menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan sejumlah pendekatan agar wisatawan dapat menyebar ke seluruh Bali.

    “Nanti ke depannya tentu kita harus pastikan bahwa kunjungan wisatawan ke Bali ini harus lebih terdistribusi ke Bali Barat, Utara, dan Timur sehingga bebannya itu enggak hanya di Bali Selatan,” ujar Sandi.

    “Saya melihat bahwa peluang itu ada dengan pendekatan ecotourism, yakni dengan pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan,” sambungnya.

    Selain pendekatan ecotourism, Sandi juga mengatakan bahwa strategi yang harus dilakukan pemerintah agar aktivitas pariwisata tidak hanya berpusat di Bali bagian selatan adalah membangun infrastruktur dan aksesibilitas yang memadai.

    “Kedua tentu atraksinya, yakni dengan event dan mempromosikan daya tarik, baik alam atau buatan. Nature dan culture. Ketiga adalah kita membuat tema-tema untuk menarik lebih banyak kunjungan, seperti 3B, ya, Banyuwangi-Bali Barat,” jelas Sandi.

    “Ini PR besar, sih, untuk kita bisa membangun komunikasi dan sosialisasi agar wilayah lain di Bali yang sangat indah ini juga dikunjungi oleh wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara,” lanjutnya.

    Sebelumnya, media asing, seperti CNN International sempat menyebut bahwa Bali adalah salah satu destinasi wisata dengan overtourism terburuk pada 2023.

    Selain CNN, Channel News Asia (CNA) juga menyoroti perubahan pariwisata di Bali dengan menyebutkan bahwa Pulau Seribu Pura itu menghadapi tantangan baru akibat overtourism. Tidak hanya itu, CNA menyebut bahwa Bali sudah tidak sesantai dan sebebas dulu.



    Artikel Selanjutnya


    5 Destinasi di Dunia yang Paling Kebanjiran Turis, Bali Termasuk!

    (rns/rns)


    Selalu Semangat Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.