Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Jangan Pasang ‘Open to Work’ di LinkedIn, Bisa Susah Dapat Kerja
    Inspiring You

    Jangan Pasang ‘Open to Work’ di LinkedIn, Bisa Susah Dapat Kerja

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 April 2024Updated:17 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebagian besar orang menganggap bahwa memberi tahu banyak pihak bahwa Anda sedang mencari pekerjaan baru, salah satunya memasang label ‘Open to Work’ pada profil LinkedIn, adalah hal yang benar. Namun, ternyata ahli tidak merekomendasikan hal tersebut.

    Melansir dari CNBC Make It, mantan perekrut Google dan CEO FairComp, Nolan Church mengungkapkan bahwa memasang label ‘Open to Work’ pada profile LinkedIn adalah “tanda bahaya terbesar”. Mengapa demikian?

    Menurut Church, para rekruter menganggap bahwa calon kandidat terbaik adalah orang yang tidak sedang mencari pekerjaan dan tidak “mengiklankan diri” bahwa mereka sedang mencari pekerjaan.

    “Ada pemahaman dalam proses rekrutmen bahwa orang-orang terbaik tidak sedang mencari pekerjaan,” ungkap Church, dikutip Rabu (17/4/2024).

    Mantan perekrut Amazon dan pelatih karier, Lindsay Mustain mengaku setuju dengan pernyataan Church. Mustain mengatakan, hal terpenting dalam perekrutan adalah dinamika kekuasaan. Dalam hal ini, perekrut yang menginginkan seseorang, bukan sebaliknya.

    “Dengan mengaktifkan ‘Open to Work’, Anda membutuhkan sesuatu dari saya. Dengan demikian, saya memiliki kekuatan dalam proses ini,” kata Mustain.

    “Itu bisa mematikan,” imbuhnya.

    Namun, ternyata ada banyak ahli karier yang tidak setuju dengan kontra-kontra terkait memasang label ‘Open to Work’. Bahkan, data LinkedIn belum tentu mendukung anggapan yang diungkapkan Church dan Mustain.

    Bagi perusahaan kecil, label ‘Open to Work’ sangat membantu para rekrutmen dalam pencarian kandidat karyawan baru.

    “Bagi perusahaan-perusahaan kecil, hal ini bisa sangat membantu dalam mengidentifikasi talenta baru,” kata pemilik C-Suite Coach, Angelina Darrisaw.

    “Anda menentukan kualitas dalam proses wawancara, bukan dari mereka yang “angkat tangan” dan berkata, ‘Hai, saya bersedia untuk bekerja’,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, pelatih karier, Phoebe Gavin mengungkapkan bahwa sebenarnya hal terpenting dalam profil LinkedIn bukanlah label ‘Open to Work’, tetapi isi dari profil.

    Menurut Gavin, penting bagi setiap pemilik akun LinkedIn untuk mencantumkan daftar riwayat jabatan pekerjaan, pencapaian pada setiap peran, kata kunci yang relevan dengan pekerjaan, tautan unggulan terkait pekerjaan, dan aktivitas yang menunjukkan bahwa Anda terlibat penting dalam industri pekerjaan.

    “Jika Anda memasang ‘Open to Work’ tetapi profil kosong, tidak ada gunanya. Itu tidak akan membuat perbedaan sama sekali,” ungkap Gavin.

    “Sebab, meskipun perekrut menemukan Anda, mereka tidak menemukan dan mempelajari sesuatu yang berguna dari Anda,” lanjutnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    (rns/rns)


    Berani sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.