Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kasusnya Langka Ditemukan, Ini Gejala-Pencegahan Anemia Aplastik
    Inspiring You

    Kasusnya Langka Ditemukan, Ini Gejala-Pencegahan Anemia Aplastik

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman10 April 2024Updated:10 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Dunia hiburan tanah air baru-baru ini kembali berduka. Salah satu komika terbaik, Babe Cabita meninggal dunia usai berjuang melawan penyakit langka bernama anemia aplastik.

    Adapun, pria bernama asli Priya Prayogha Pratama itu menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 06.38 WIB di RS Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain berprofesi sebagai seorang komika, Babe juga merupakan pengusaha pemilik rumah makan Dadar Beredar yang berdiri sejak 2023.

    Lantas apa itu anemia aplastik dan bagaimana cara pencegahannya?

    Mengutip dari detikhealth, Rabu (10/4/2024), anemia aplastik merupakan gangguan kesehatan berupa anemia atau kurang darah dikarenakan sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah baru yang cukup, baik trombosit, leukosit, maupun eritrosit atau ketiganya sekaligus.

    Anemia aplastik merupakan penyakit langka atau jarang ditemukan kasusnya. Namun demikian, harus tetap diwaspadai.

    Setidaknya, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena anemia aplastik antara lain:

    – Penyakit autoimun
    – Infeksi virus
    – Kelainan genetik
    – Efek radioterapi dan kemoterapi
    – Paparan bahan kimia tertentu
    – Kehamilan
    – Penggunaan obat-obatan tertentu

    Sementara itu, anemia aplastik sendiri mempunyai gejala yang berbeda-beda tergantung sel darah yang terpengaruh.

    Beberapa gejala anemia aplastik yang telah diketahui, antara lain:

    – Lelah dan lemas
    – Kulit pucat
    – Pusing
    – Sesak napas
    – Demam
    – Sakit kepala
    – Infeksi yang berulang
    – Mimisan
    – Kulit rentan memar atau berdarah

    Adapun, untuk mendiagnosis anemia aplastik, dokter akan menanyakan seputar keluhan, obat-obatan yang dikonsumsi, serta riwayat penyakit pasien. Untuk menegakkan diagnosis, dokter juga akan melakukan tes penunjang seperti:

    – Tes darah, untuk melihat kadar sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan hemoglobin dalam darah
    – Biopsi sumsum tulang, yakni mengambil sampel dari sumsum tulang belakang untuk dianalisa menggunakan mikroskop

    Anemia aplastik dapat ditangani dengan beberapa metode, sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan yang dialami pasien, diantaranya:

    – Menggunakan antibiotik dan antivirus untuk mengatasi infeksi yang memicu anemia aplastik
    – Transfusi darah untuk mencukupi kebutuhan sel darah dan meredakan gejala
    – Memberikan imunosupresan untuk menghambat sistem imun tubuh yang merusak sumsum tulang saat memerangi infeksi
    – Memberikan stimulan untuk merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah yang baru
    – Transplantasi sel punca (stem cell) untuk menggantikan sel yang rusak dengan yang baru.

    Anemia aplastik yang tidak mendapat penanganan dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:

    – Pendarahan
    – Infeksi parah
    – Sindrom mielodisplasia, kelainan akibat sel darah yang terbentuk secara tidak sempurna
    – Kanker darah
    – Hemokromatosis, atau penumpukan zat besi dalam tubuh
    – Kanker kelenjar getah bening

    Hingga saat ini, masih belum ada cara pasti untuk mencegah anemia aplastik.

    Namun demikian, beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah anemia aplastik semakin parah diantaranya:

    – Melakukan kontrol ke dokter secara rutin
    – Menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, terutama setelah ke kamar mandi
    – Menghindari aktivitas yang berpotensi menyebabkan luka berdarah
    – Istirahat dan tidur yang cukup
    – Melengkapi imunisasi.

    (dce)


    Berani sukses Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.