Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Dokter Ungkap Batas Aman Minum Kopi dan Teh Selama Puasa
    Inspiring You

    Dokter Ungkap Batas Aman Minum Kopi dan Teh Selama Puasa

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Maret 2024Updated:18 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Konsumsi teh dan kopi telah menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat Indonesia. Teh dan kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan suasana hati, metabolisme, kinerja mental dan fisik.

    Pada dasarnya, mengonsumsi teh atau kopi tetap diperbolehkan selama menjalankan ibadah puasa. Hanya saja, ada aturan frekuensinya yang perlu diperhatikan agar tidak mengganggu puasa.

    Ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Fitri Hudayani menyarankan minum kopi dan teh selama Ramadan cukup satu cangkir saja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Konsumsi teh dan kopi harus dikonsumsi secukupnya, misalnya hanya satu gelas untuk teh dan satu cangkir untuk kopi per hari nya, selebihnya dianjurkan minum air putih,” kata Fitri seperti dikutip CNN Indonesia (18/3/2024).

    Fitri mengatakan biasanya teh juga merupakan suatu kebiasaan yang diminum untuk membatalkan puasa. Teh dinilai lebih aman di lambung untuk digunakan sebagai pembatal puasa bagi penderita asam lambung.

    Berbeda dengan kopi yang memiliki tingkat keasaman yang bisa mengganggu orang dengan lambung sensitif. Karena itu, dianjurkan untuk mengonsumsinya setelah perut terisi.

    “Teh sejauh ini lebih aman untuk penderita penyakit lambung berbeda dengan kopi yang memiliki tingkat keasaman yang dapat mengganggu pada orang sensitif lambungnya,” ujarnya.

    Pecinta teh atau kopi juga tidak perlu khawatir karena meskipun minuman ini bersifat diuretik atau merangsang buang air kecil, namun tidak menimbulkan rasa haus yang berlebihan.

    Pembatasan konsumsi teh dan kopi juga bertujuan untuk menghindari konsumsi gula berlebihan karena seringkali minuman berkafein ini ditambahkan gula atau susu baik full cream maupun susu rendah lemak.

    Fitri juga mengingatkan untuk tetap menjaga asupan gula dan garam sama seperti pada hari-hari sebelum puasa. Hal ini untuk menjaga tubuh dari penyakit diabetes dan hipertensi.

    “Jangan lupa konsumsi serat yang cukup berasal dari buah dan sayur untuk menjaga kesehatan pencernaan selama menjalankan ibadah puasa sehingga perut terasa nyaman,” jelasnya.


    Artikel Selanjutnya


    Ahli: Minum Kopi dan Teh Bisa Tekan Risiko Demensia & Stroke

    (hsy/hsy)


    Mind your business Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.