Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Sudah Imsak, Masih Bolehkah Makan dan Minum?
    Inspiring You

    Sudah Imsak, Masih Bolehkah Makan dan Minum?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 Maret 2024Updated:15 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Bagi yang menjalankan ibadah puasa, imsak atau imsakiyah bukanlah hal yang asing. Imsak merupakan tanda bagi umat muslim untuk menyudahi waktu sahur.

    Namun tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah saat imsak masih bisa makan atau minum. Serta apa yang harus dilakukan saat waktu imsak tiba.

    Mengutip NU Online, imsak berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti menahan. Maksudnya, seseorang bisa menahan diri dalam hal-hal yang membatalkan puasa sebelum masuk waktu Subuh.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Imsak jatuh 10 menit sebelum waktu subuh tiba. Selama rentang waktu sepuluh menit itu seseorang akan segera menghentikan aktivitas sahurnya atau makan dan minum. Mereka bisa menggosok gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang bisa jadi membatalkan puasa. Serta mandi atau bersih-bersih untuk untuk melaksanakan solat subuh.

    Imsak hanya ada di Indonesia

    Perlu diketahui, waktu imsak hanya ada di Indonesia. Fenomena masjid-masjid dan musola menyuarakan waktu imsak tak ditemui di negara manapun.

    NU Online menyebut, waktu imsak yang sering kita lihat di jadwal-jadwal shalat selama bulan Ramadhan adalah waktu yang dibuat oleh para ulama Indonesia untuk kehatian-hatian. Ini adalah bagian dari sikap khas para ulama Nusantara.

    Imsak dibuat agar ummat lebih berhati-hati agar tidak bablas makan dan minum pada saat sahur. 

    Bolehkah makan dan minum ketika sudah imsak?

    Penting untuk dipahami bahwa puasa dimulai sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari. Ini artinya, umat Muslim masih boleh makan dan minum meski sudah imsak, selama belum masuk waktu Subuh.

    Imam Al-Mawardi di dalam kitab Iqna’-nya menuturkan:

    وزمان الصّيام من طُلُوع الْفجْر الثَّانِي إِلَى غرُوب الشَّمْس لَكِن عَلَيْهِ تَقْدِيم الامساك يَسِيرا قبل طُلُوع الْفجْر وَتَأْخِير (الْفطر) يَسِيرا بعد غرُوب الشَّمْس ليصير مُسْتَوْفيا لامساكمَا بَينهمَا

    “Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi (akan lebih baik bila) orang yang berpuasa melakukan imsak (menghentikan makan dan minum) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda berbuka sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak (menahan diri dari yang membatalkan puasa) di antara keduanya.” (lihat Ali bin Muhammad Al-Mawardi, Al-Iqnaa’ [Teheran: Dar Ihsan, 1420 H] hal. 74).

    (anan/anan)


    Berani sukses Gaya Hidup Terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.