Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Panduan Warna Baju Untuk Perayaan Rabu Abu dan Maknanya
    Inspiring You

    Panduan Warna Baju Untuk Perayaan Rabu Abu dan Maknanya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman13 Februari 2024Updated:13 Februari 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Perayaan Ekaristi atau Rabu Abu jatuh pada, Rabu (14/2). Tidak sedikit umat Katolik yang kebingungan dengan pilihan warna liturgi yang akan dikenakan untuk menghadiri Misa Rabu Abu 2024.

    Warna liturgi ini bermakna untuk mengungkapkan secara lahiriah ciri khas iman yang dirayakan. Selain itu, warna-warna ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan tahap-tahap perkembangan dalam kehidupan Kristen.

    Lantas warna liturgi apa saja yang bisa dipilih?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengutip CNN Indonesia, sebenarnya tak ada aturan baku tentang warna baju saat Rabu Abu. Hanya saja melihat momen dan makna perayaannya dalam Kristiani yaitu pertobatan, maka banyak juga orang yang memakai busana dengan warna gelap seperti hitam, atau lainnya.

    Elemen warna dalam liturgi menjadi simbol atau tanda peristiwa gerejawi. Umumnya ada tiga warna liturgi yang biasa dipakai yakni, putih, hijau dan ungu. Ungu merupakan warna liturgi selama masa Prapaskah.

    Dalam liturgi, warna ungu dipakai selama masa mawas diri, masa yang memerlukan ketenangan. Dikutip dari laman The Katolik, warna ungu yang dikenakan satu minggu jelang Paskah berhubungan erat dengan sengsara dan wafat Yesus. Dikisahkan para prajurit memakaikan Yesus jubah ungu dan mahkota dari anyaman duri.

    Ungu dikaitkan dengan Prapaskah, periode keagamaan puasa, penebusan dosa, sedekah, dan doa yang dimulai pada Rabu Abu dan berlangsung selama 40 hari menjelang Paskah, perayaan kebangkitan Kristus.

    Mengutip Southern Living, simbolisme warna ungu dalam konteks ini berkaitan dengan penyesalan, zikir, royalti, dan kekayaan spiritual.

    Warna ungu dikaitkan dengan Yesus menjelang penyalibannya dalam Yohanes 19:2: “Dan para prajurit memasangkan mahkota duri, dan menaruhnya di kepala-Nya, dan mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya…”

    Di sini, Yesus diejek sebagai Raja orang Yahudi yang berjubah ungu. Ungu adalah warna pilihan bangsawan selama Kekaisaran Romawi karena merupakan warna yang paling memakan banyak tenaga dan mahal untuk dibuat.

    Perjanjian Lama juga meninggikan warna ungu, karena di dalamnya diceritakan bahwa Kemah Suci yang menampung Tabut Perjanjian terbuat dari tirai “linen halus dan benang biru, ungu, dan merah tua” (Keluaran 26:1). Terlebih lagi, ketika Raja Salomo membangun Bait Suci di Yerusalem, ia membuat tirai bait suci dari kain dengan warna yang sama (2 Tawarikh 3:14).

    Mengutip Christianity, warna ungu merupakan pengingat visual yang suram akan warna yang dikenakan oleh Raja sejati sebelum pengorbanan-Nya yang terbesar bagi kita dan mendorong kita untuk mengambil tindakan untuk bertobat dari dosa-dosa kita, memohon pengampunan kepada Tuhan, dan memperbarui iman kita kepada Kristus.

    Lalu apa warna baju saat rabu abu harus warna ungu? Atau apakah umat wajib menyesuaikan warna baju Rabu Abu dan selama ibadah dengan warna liturgi gereja?

    Jawabannya tidak. Dalam Pedoman Umum Misale Romanum 335 disebutkan:

    “Gereja adalah tubuh Kristus. Dalam Tubuh itu tidak semua anggota menjalankan tugas yang sama. Dalam perayaan Ekaristi tugas yang berbeda-beda itu dinyatakan lewat busana liturgis yang berbeda-beda. Jadi, busana itu hendaknya menandakan tugas khusus masing-masing pelayan. Di samping itu, busana liturgis juga menambah keindahan perayaan liturgis. Seyogyanya busana liturgis untuk imam, diakon, dan para pelayan awam diberkati.”

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Kamu Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.