Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Alasan Inggris Menjajah 90% Negara di Dunia, Termasuk Indonesia
    Inspiring You

    Alasan Inggris Menjajah 90% Negara di Dunia, Termasuk Indonesia

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 Januari 2024Updated:17 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kerajaan Inggris (British Empire) adalah salah satu negara yang paling banyak menjajah wilayah lain di dunia menurut catatan sejarah. Menurut studi, sekitar 90 persen negara di dunia pernah dijajah Inggris.

    Amerika Serikat, Australia, India, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Afghanistan, hingga Indonesia adalah beberapa negara bekas koloni Inggris. Berkat ekspansi tersebut, National Geographic menyebut bahwa pada 1922 Inggris menjadi kekaisaran terbesar di dunia.

    Sebenarnya, apa alasan Inggris menjajah banyak negara di dunia?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir dari History Skills, motif di balik penjajahan Inggris pada awalnya adalah untuk memperluas kekuasaan mereka. Terlebih, pada zaman dahulu sejumlah negara di Eropa mengandalkan imperialisme dan kolonisasi untuk memperluas kerajaan mereka pada awal periode modern.

    Kolonialisme Inggris dimulai pada akhir abad ke-15 dengan penjelajahan John Cabot. Namun, Inggris baru mendirikan koloni permanen pada awal abad ke-17 abad dengan berdirinya Jamestown pada tahun 1607. Abad ke-19 adalah puncak kejayaan Kerajaan Inggris. Sebab, mereka berhasil menguasai seperempat dan sepertiga populasi dunia dari tanahnya.

    Seiring waktu, Inggris mulai berambisi untuk menyebarkan agama Kristen. Selain itu, Kerajaan Inggris juga tertarik dengan komoditas dan tanaman komersial, seperti tembakau, gula, dan rempah-rempah untuk kembali dijual dan mendapat keuntungan.

    Selain motivasi ekonomi, kolonialisme Inggris juga didorong oleh faktor politik dan sosial. Pembentukan demokrasi perwakilan di Inggris sejak abad ke-17 membuat Inggris percaya bahwa itu adalah bentuk pemerintahan terbaik.

    Lalu, Kerajaan Inggris juga menyatakan bahwa jika mereka dapat menyebarkan demokrasi ke seluruh dunia, maka setiap negara akan mendapatkan keuntungan. 

    Sejarawan Marc Ferro mengungkapkan bahwa kolonisasi adalah “kekuatan” suatu bangsa untuk “melakukan reproduksi” di ruang yang berbeda. Poin penting dari kolonisasi adalah kemampuan untuk mendominasi dan mempertahankan identitas yang berbeda sehingga berbeda dari imigrasi.



    Artikel Selanjutnya


    Parade Anjing Digelar untuk Mengenang Kematian Ratu Elizabeth

    (hsy/hsy)


    Berani sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.