Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Perdana! Oxford Uji Coba Vaksin untuk Virus Nipah yang Mematikan
    Inspiring You

    Perdana! Oxford Uji Coba Vaksin untuk Virus Nipah yang Mematikan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Januari 2024Updated:12 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – University of Oxford resmi memulai uji coba vaksin eksperimental virus Nipah terhadap manusia, Kamis (11/1/2024).

    Melansir dari Reuters, peserta pertama dalam uji coba ini menerima dosis vaksin pada pekan lalu. Vaksin diklaim menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan vaksin Covid-19, AstraZeneca dan Serum Institute of India.

    Juru bicara Pandemic Sciences Institute University of Oxford mengatakan, uji coba tahap awal dilakukan terhadap 51 pasien berusia 18 hingga 55 tahun. Nantinya, respons imun beserta keamanan vaksin terhadap para peserta akan diperiksa oleh para peneliti. Selanjutnya, uji coba lebih lanjut diperkirakan akan dilaksanakan di negara yang terkena dampak virus Nipah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Nipah memiliki potensi endemi karena inangnya berasal dari kelelawar yang ditemukan di daerah yang dihuni oleh lebih dari dua miliar orang,” ujar eksekutif di koalisi untuk Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), Dr. In-Kyu Yoon, dikutip Jumat (12/1/2024).

    “Uji coba ini merupakan langkah maju dalam upaya membangun rangkaian perisai untuk berlindung dari virus mematikan ini,” imbuh Yoon.

    Dilaporkan, uji coba ini dipimpin oleh Oxford Vaccine Group dan didanai oleh CEPI. CEPI adalah koalisi global yang mendukung pengembangan vaksin untuk mencegah penyakit menular yang baru muncul.

    Sebelum Oxford, pada 2022 lalu Moderna juga sempat memulai uji klinis tahap awal vaksin virus Nipah yang dikembangkan bersama dengan National Institute of Allergy and Infectious Diseases di Amerika Serikat (AS).

    Apa itu virus Nipah?

    Sebagai informasi, Nipah adalah virus yang menyebabkan pembengkakan otak dan menjadi wabah Kerala, India, serta beberapa wilayah di Asia. Namun, vaksin untuk virus mematikan ini masih belum ditemukan.

    Pada September, Kerala di India menghadapi wabah Nipah yang keempat dalam lima tahun. Tercatat, enam orang terinfeksi dan dua orang meninggal dunia.

    Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus yang menyebabkan gejala demam, sakit kepala, batuk, kesulitan bernapas, hingga kemungkinan pembengkakan otak ini diperkirakan memiliki tingkat kematian mencapai 40 persen hingga 75 persen.

    (hsy/hsy)


    Selalu Semangat Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.