Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»90% Mikroplastik Ditemukan di Daging, Ini Dampaknya Jika Termakan
    Inspiring You

    90% Mikroplastik Ditemukan di Daging, Ini Dampaknya Jika Termakan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Januari 2024Updated:12 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Para peneliti di Amerika Serikat (AS) baru saja menemukan bahwa hampir 90 persen protein yang diuji di Negeri Paman Sam itu mengandung mikroplastik.

    Mengutip laporan The New York Post, para peneliti menganalisis kandungan mikroplastik dari 16 jenis sumber protein, yakni ayam, daging sapi, makanan laut, babi, tahu, dan tiga alternatif nabati dalam penelitian yang diterbitkan di Environmental Pollution. Hasilnya, 88 persen sampel yang dibeli pada April 2022 dari dua supermarket dan satu toko kelontong di wilayah Portland, Oregon, AS itu mengandung partikel plastik. Dengan demikian, kemungkinan besar manusia “rutin” mengonsumsi plastik dengan pola makan apapun.

    Sejak lama, mikroplastik sering dikaitkan dengan efek negatif terhadap kesehatan. Sebenarnya, apa dampak kesehatan yang muncul jika manusia tak sengaja menelan mikroplastik?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Clinical & Scientific Lead AsaRen, Dr. Meryl “Mimi” Kallman, MD mengungkapkan bahwa mikroplastik yang terkandung di dalam makanan terbukti menimbulkan potensi risiko kesehatan, salah satunya adalah inflamasi atau peradangan.

    “Konsumsi mikroplastik dari makanan memang membawa potensi risiko kesehatan. Beberapa penelitian itu menunjukkan hubungan [mikroplastik] dengan inflamasi atau peradangan dan potensi toksisitas,” ujar Dr. Mimi kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/1/2024).

    Berdasarkan sejumlah penelitian, Dr. Mimi mengungkapkan ada sejumlah kasus yang menemukan mikroplastik di darah manusia. Akibatnya, potensi terjadinya inflamasi bisa muncul.

    “Mikroplastik bisa ditemukan di dalam darah dan menyebabkan inflamasi,” ujar Dr. Mimi.

    Namun, ia menyebutkan bahwa efek jangka panjang mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Sebab, fenomena mikroplastik yang terkandung di dalam makanan adalah hal baru yang masih diteliti.

    Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menjelaskan bahwa mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil dan mencemari lingkungan. Umumnya, mikroplastik didefinisikan memiliki diameter kurang dari 5 mm.

    Kemenkes RI mengatakan, mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat mengendap di saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan organ lain. Mikroplastik yang bersifat tidak dapat dicerna atau diserap tubuh dapat menimbulkan iritasi sehingga memicu peradangan.

    (hsy/hsy)


    Never Give Up True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.