Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kasus Covid-19 di Dunia Naik, 10 Ribu Pasien Meninggal
    Inspiring You

    Kasus Covid-19 di Dunia Naik, 10 Ribu Pasien Meninggal

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Januari 2024Updated:12 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, kasus penularan Covid-19 secara global meningkat sejak Desember 2023, yakni saat liburan Natal dan Tahun Baru.

    Melansir dari South China Morning Post (SCMP), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa ada hampir 10 ribu kematian akibat Covid-19 pada Desember 2023. Sementara itu, jumlah pasien yang masuk rumah sakit melonjak sebesar 42 persen di hampir 50 negara.

    Adapun, sebagian besar kasus pelonjakan Covid-19 selama libur Desember 2023 ditemukan di Eropa dan Amerika.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Meskipun 10 ribu kematian per bulan jauh lebih sedikit dibandingkan puncak pandemi, tingkat kematian yang dapat dicegah ini tidak dapat diterima,” kata Tedros, dikutip Kamis (11/1/2024).

    Tedros yakin bahwa hingga saat ini masih banyak negara yang belum melaporkan peningkatan kasus Covid-19. Ia pun menyerukan pemerintah di berbagai negara untuk terus melakukan pengawasan serta memberikan akses berkelanjutan terhadap perawatan dan vaksin.

    Menurut Tedros, JN.1 menjadi varian Covid-19 yang paling “menonjol” di dunia saat ini. Sebagai informasi, JN.1 masih dalam turunan dari varian Omicron sehingga masih dalam lindungan vaksin yang tersedia saat ini.

    Pemimpin teknis WHO untuk Covid-19, Maria van Kerkhove, mengatakan bahwa selain Covid-19, sebagian besar negara di dunia juga mengalami peningkatan kasus penyakit pernapasan, yakni flu, rhinovirus, dan pneumonia.

    “Kami memperkirakan bahwa tren ini akan berlanjut hingga Januari dan hingga musim dingin di belahan bumi utara,” ujar van Kerkhove.

    Meskipun serangan batuk, pilek, demam, dan kelelahan di musim dingin bukanlah hal yang baru, van Kerkhove mengatakan bahwa pada tahun ini “kita melihat adanya sirkulasi bersama dari berbagai jenis patogen”.

    Maka dari itu, para pejabat WHO mengimbau masyarakat dunia untuk segera memperoleh dosis vaksinasi lengkap jika memungkinkan, kembali menggunakan masker, dan memastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik.

    “Vaksin mungkin tidak menutup kemungkinan Anda terinfeksi Covid-19. Namun, vaksin dipastikan dapat mengurangi risiko Anda dirawat di rumah sakit atau meninggal,” kata kepala keadaan darurat di WHO, Dr. Michael Ryan.



    Artikel Selanjutnya


    COVID Masih Ada, Jill Biden Ibu Negara Amerika Positif Corona

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.