Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Turis China Makin Miskin, Liburan Cuma Ingin Foto Estetik
    Inspiring You

    Turis China Makin Miskin, Liburan Cuma Ingin Foto Estetik

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 Desember 2023Updated:18 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Ada perubahan perilaku di kalangan turis China yang selama ini dikenal sebagai konsumen barang mewah paling besar di dunia. Laporan Reuters menyebut bahwa banyak wisatawan China kaya raya yang berlibur ke Hong Kong sekarang lebih senang berfoto di lokasi turis yang estetik dan Instagrammable. 

    Para ahli berargumen bahwa fenomena ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk preferensi turis yang sudah berubah, meningkatnya transaksi online shopping, serta bertambahnya pusat belanja di mainland China sendiri. 

    “Fokus turis yang mengunjungi Hong Kong sudah bergeser dari ‘belanja sampai habis’ menjadi tur budaya lokal,” kata Rosanna Tang, executive director di Cushman & Wakefield.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Akibat perubahan ini, banyak peritel barang mewah di Hong Kong yang mulai terguncang bisnisnya, seperti yang sudah dialami department store mewah asa; Inggris Harvey Nichols. Pemiliknya Dickson Concepts mengatakan bahwa mereka tak sanggup lagi menyewa bangunan lima lantai di mal kelas atas Landmark di pusat kota setelah hampir dua dekade.

    “Wisatawan China yang datang ke Hong Kong tidak lagi fokus berbelanja seperti sebelum pandemi,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/12/2023).

    Sebelum Harvey Nichols, sejumlah merek mewah lain seperti Valentino, Burberry, Louis Vuitton menutup sejumlah toko mereka di Hong Kong, lantaran harga sewa yang paling mahal di Asia meski penjualan turun sekitar 40% sejak 2019.

    Jumlah turis yang datang juga lebih sedikit. Jumlah kedatangan meningkat menjadi hanya 60% dari jumlah wisatawan pada 2018, sebelum adanya protes anti-pemerintah pada tahun 2019 dan peraturan yang ketat selama pandemi. Total penjualan ritel Hong Kong turun sekitar 20% dibandingkan tahun 2018.

    Tak mau bergantung pada turis China yang berbelanja barang mewah, pemerintah Hong Kong mulai mengubah strategi dengan mendorong wisatawan menghabiskan uangnya untuk wisata alam. 



    Artikel Selanjutnya


    Kisah Orang Eropa Ramai-Ramai Datang ke Indonesia Demi Sambal

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Gaya Hidup Terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.