Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kasus Covid-19 di DKI Naik Lagi, Penyebabnya Mirip Singapura
    Inspiring You

    Kasus Covid-19 di DKI Naik Lagi, Penyebabnya Mirip Singapura

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman9 Desember 2023Updated:9 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tren kemunculan varian terbaru Covid-19 di Indonesia mulai naik, termasuk di DKI Jakarta. Kasus mingguan varian Covid-19 EG.5 atau yang ramai disebut ‘Eris’ meningkat 30-40% di Ibu Kota.

    Peningkatan itu serupa dengan tren yang terjadi di negara tetangga Indonesia, yakni Singapura. Di negara yang luasnya setara Jakarta itu, kasus EG.5 mendominasi dengan porsi 70% dari kenaikan kasus Covid-19 sebanyak 22 ribu dalam sepekan.

    “Varian EG.4 dan EG.5 dominan di DKI Jakarta,” ungkap Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI dr Ngabila Salama saat dihubungi detikcom, seperti dikutip Sabtu (9/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Demi meningkatkan imunitas tubuh di tengah lonjakan kasus COVID-19, Dinkes DKI mengimbau masyarakat untuk segera melengkapi dosis vaksinasi COVID-19 hingga dua kali booster. Vaksin masih tersedia dan dipastikan gratis hingga akhir tahun 2023.

    Adapun jenis vaksin yang disediakan di DKI Jakarta merupakan besutan dalam negeri, dengan teknologi inactivated vaccine seperti Sinovac. Bisa diakses di seluruh puskesmas maupun fasilitas kesehatan lain.

    “Vaksin yang saat ini tersedia Inavac, itu halal dan tentunya kandungannya mirip Sinovac, yaitu inactivated virus,” tutur dr Ngabila.

    Kenaikan Kasus COVID-19 di DKI
    “Seminggu terakhir periode 27 November sampai 3 Desember, jumlah kasus positif COVID-19 naik 30 hingga 40 persen dari minggu sebelumnya yakni periode 20 sampai 26 November,” kata dr Ngabila sebelumnya.

    “Atau naik 22 persen dalam 1 bulan terakhir dibandingkan bulan sebelumnya,” tegasnya.

    Data Penambahan Kasus COVID-19 DKI:

    Periode 2-8 Oktober: 34 kasus
    Periode 9-15 Oktober: 24 casus
    Periode 16-22 Oktober: 44 kasus
    Periode 23-29 Oktober: 42 kasus
    Periode 30-5 November: 45 kasus
    Periode 6-12 November: 40 kasus
    Periode 13-19 November: 55 kasus
    Periode 20-26 November: 62 kasus
    Periode 27 November-3 Desember: 80 kasus



    Artikel Selanjutnya


    10 Negara dengan Sistem Kesehatan Terbaik Dunia

    (dce)


    Gaya Hidup Terkini Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.